Sabtu, 10 Juli 2010 18:25 WIB Ekonomi Share :

Cuaca buruk, Harga beras meroket


Jakarta–
Perubahan cuaca yang cukup ekstrim belakangan ini membuat suplai bahan-bahan makanan menjadi terganggu. Harga beras mulai merangkak naik pada beberapa hari terakhir ini, harganya naik Rp 200-300 per liter.

“Ada yang Rp 5.000-5.500 per liter. Itu naik sekitar Rp 200-300 per liter. Kalau Pandan Wangi bisa Rp 6.400 per liter. Tapi nggak ada yang naik sampai Rp 500 kok,” ujar Hendar, salah seorang pedagang yang ditemui detikFinance di Pasar Ciputat, Jakarta, Sabtu (10/7/2010).

Kenaikan harga beras juga diakui Amin yang juga berjualan di pasar ini. Amin menyatakan terjadi kenaikan hingga Rp 10.000 per karung atau 50 kg. Bahkan ada yang naik hingga Rp 70.000.

“Ramos sekarung naik Rp 30.000 dari Rp 305.000 menjadi Rp 335.000/50 kg. Harga jual Rp 340.000. Ada yang naik Rp 20.000 untuk beras yang paling murah. Jadi dari Rp 270.000 menjadi Rp 290.000/50kg. Malah beras perak naik Rp 70.000 dari Rp 380.000 menjadi Rp 430.000/50 kg,” ujar Amin.

Amin menilai kenaikan harga beras yang telah terjadi sekitar sebulan lalu tersebut disebabkan pengaruh alam seperti cuaca dan hama. “Alasannya banjir, banyak hama wereng,” ungkapnya.

Kenaikan harga juga dialami beberapa komoditas bahan makanan lain. Daging naik sekitar Rp 2.000 dari Rp 60.000 menjadi Rp 62.000.

Ade yang berjualan sembako di pasar Ciputat ini mengakui kenaikan harga barangnya seperti gula dan telur ayam. Sedangkan, harga minyak goreng curah mengalami penurunan. Namun, kenaikan dan penurunan harga tersebut hanya untuk harga beli. Pasalnya, pihak pedagang eceran belum berhak menaikkan dan menurunkan harga dagangannya saat ini.

“Minyak goreng harga belinya turun Rp 3.000/16 kg. Sedangkan harga beli gula naik Rp 7.000/karung (50 kg). Tapi harga jualnya masih sama, untuk minyak goreng dan gula masih Rp 9.000/kg,” jelas Ade.

Telur ayam naik Rp 500 dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.000/kg. Mentega masih Rp 4.500/kg untuk merk blueband dan simas. Sedangkan susu bendera kental manis telah naik sekitar sebulan lalu dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.500 per kaleng.

Alit, salah seorang pembeli di pasar ini mengeluhkan kenaikan harga komoditas bahan makanan tersebut. Pasalnya, kenaikan harga tersebut tidak disertai dengan kenaikan gaji.

“Apa-apa naik. Padahal gaji belum naik, beras saja sudah naik Rp 10.000 per karung itu yang 17 kg,” keluhnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Ada Kabar Hoaks Apa Hari Ini?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (04/01/2018). Esai ini karya Yessita Dewi, penulis cerita pendek dan aktif di Buletin Sastra Pawon. Alamat e-mail penulis adalah yessitadewi@gmail.com. Solopos.com, SOLO—Tung! Tung! Tung! Notifikasi telepon pintar saya berbunyi. Fungsinya sama dengan kentungan,…