Sabtu, 10 Juli 2010 13:32 WIB News Share :

BIN mulai tak solid

Jakarta–Peristiwa pelemparan bom molotov ke kantor majalah Tempo dan penganiayaan aktivis ICW Tama Satrya Langkun menunjukkan lemahnya kinerja Badan Intelijen Negara (BIN).

Mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) AC Manulang mengatakan, Soetanto selaku Kepala BIN tidak memiliki kinerja yang maksimal.

“Sejak awal saya bilang Soetanto tidak tepat menjadi Kepala BIN, bisa jadi bukannya BIN tidak tahu tapi tidak dilaporkan kepada Kepala BIN,” ujar Manulang kepada INILAH.COM Sabtu (10/7).

Manulang menilai, sebenarnya beberapa agen BIN telah mengetahui akan terjadi pelemparan bom molotov ke kantor majalah Tempo dan penganiayaan terhadap aktivis ICW Tama Satyra Langkun. Namun informasi itu tidak disampaikan kepada Kepala BIN.

“BIN saat ini tidak solid, kalau BIN solid harusnya tidak ada kejadian seperti ini. Maka itu Presiden harus evaluasi Soetanto sebagai kepala BIN,” ujar Manulang.

Sebagaimana diberitakan, aktivis ICW Tama Satrya Langkun dianiaya orang tak dikenal di sekitar Pasar Minggu, Jakarta Selatan Kamis (8/7) dini hari. Korban menderita luka parah di bagian kepala sehingga harus menerima 29 jahitan. Tama adalah pelapor kasus rekening mencurigakan milik petinggi Polri.

Teror serupa terjadi Selasa (6/7) dini hari menimpa kantor majalah Tempo. Dua orang tak dikenal melemparkan bom molotov ke kantor majalah tersebut. Bom molotov merusak kaca bagian depan namun tidak menimbulkan korban.

inilah/isw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….