Sabtu, 10 Juli 2010 12:03 WIB News Share :

58.268 Orang berebut kursi PNS Kemenkeu

Jakarta – Ribuan orang memadati Gelora Bung Karno pagi ini. Mereka datang untuk mengikuti ujian masuk sebagai calon pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Keuangan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia P. Nasution menyatakan total para peserta ujian untuk tahun ini sebanyak 58.268 orang se-Indonesia. Padahal yang akan diterima hanya 1.785 pegawai.

“Jumlah itu akan kami sampaikan pada eselon 1 yang membutuhkan tambahan sarjana,” ujar Mulia saat meninjau pelaksanaan ujian di Gelora Bung Karno, Sabtu (10/7/2010).

Mulia menyatakan untuk tahun ini jumlah pelamar lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Namun, karena banyak yang tidak memenuhi seleksi awal maka hanya 50 ribu-an yang bisa mengikuti ujian.

“Pendaftar tahun lalu 80 ribu, yang tahun ini 100 ribu. Tapi karena ada proses seleksi awal dan syaratnya kurang, sarjananya tidak memenuhi, maka hanya ini yang bisa ikut ujian,” ujarnya.

Tahun ini, ujian dilaksanakan pada 15 lokasi. Di Jogjakarta sebanyak 12 ribu peserta, Surabaya 5.722 peserta, Makassar 2.819 peserta, Banda Aceh 884 peserta, Medan 4.035 peserta, Palembang 3.075 peserta, Padang 2.616 peserta. Selebihnya di Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Kupang, dan Jayapura. Untuk Jakarta, terdapat 22.772 peserta yang mengikuti ujian masuk pegawai Kemenkeu ini. Mereka tersebar di 6 Lokasi selain Gelora Bung Karno.

“Di Senayan ini ada 12.260 peserta. Selebihnya ada 6 lokasi lain seperti STAN 3.060 peserta, Budi Luhur, Muhammadiyah Cirendeu, UNAS, STEI Ahmad Dahlan, BPPK Purnawarman,” jelas Mulia.

Tes untuk hari ini berupa tes akedemik. Selanjutnya ada psikotes, tes kesehatan dan kebugaran, dan diakhiri wawancara. Proses penyeleksian sampai akhir November 2010.

“Kalau hasil TPA ini akan diumumkan tanggal 30 Juli mendatang,” ujarnya.

Mulia menilai para peserta beberapa tahun belakang ini berbeda dengan peserta saat Mulia menjadi peserta. Pasalnya, kebanyakan para peserta ujian diantar oleh orang tuanya. Sedangkan dulu, para peserta sudah berjibaku di jalan untuk tepat waktu sampai di tempat ujian.

“Tadi banyak yang telat. Sekarang itu beda, keinginan masuk PNS sepertinya dari orang tua. Banyak orang tua yang mengantarkan. Kita dulu jam 4 sudah bergelantungan di bus buat ke sini. Masih baru dari kampung pula, masih culun,” kenangnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…