Sabtu, 10 Juli 2010 15:38 WIB News Share :

2 Kelompok pemuda di Ambon bentrok, 3 Tewas 7 Rumah dibakar


Ambon–
Dua kelompok pemuda warga Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, kota Ambon, kembali bentrok. Akibatnya, 3 pemuda tewas, 5 luka dan 7 rumah ikut dibakar. Bentrokan diduga dipicu dendam lama antar kedua kelompok.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 01.30, Sabtu (10/7). Bentrok melibatkab kelompok pemuda di Desa Batu Merah Dalam dan Batu Merah Kampung.

Bentrokan berawal dari pertengkaran mulut antar kelompok anak-anak dari Kawasan Batu Merah Kampung dan Kawasan Batu Merah Dalam, yang berlanjut dengan adu jotos. Kondisi ini memancing perhatian anak-anak muda lainnya. Bentrok massa tak terhindarkan.
Sejumlah petugas yang berusaha melerai ikut terluka.

Korban tewas yang baru teridentifkasi  adalah Arman Syukur. Pemuda berusia 21 tahun itu meninggal akibat hantaman benda keras di bagian kepala. Sedangkan tiga orang yang mengalami luka masing-masing bernama, Erwin Lesi (26 thn), warga Batu Merah Kampung, mengalami luka di kepala. Muis Sangadji (45 thn), warga Batu Merah Kampung luka dibagian kepala dan Briptu Seriholo, anggota Polsek Sirimau, yang mengalami luka sobek di tangan akibat serpihan senjata api.

Aparat gabungan TNI dan Polri mengeluarkan sejumlah tembakan peringatan saat melerai pertikaian. Namun hal itu sempat tidak dihiraukan kedua kelompok yang bertikai. Mereka tetap saling serang. Hingga pukul 13.00 Wita, aparat Brimob Polda Maluku bersenjata lengkap masih terus berjaga-jaga di TKP.

Tim forensik Polda Maluku, sejak pukul 14.00 wit, siang ini, melakukan olah TKP. Di lokasi TKP ini, satu persatu barang bukti mulai dikumpulkan tim forensik ini. Langkah ini dilakukan guna proses penyelidikan terkait kasus ini.

Bentrokan ini adalah bentrokan kedua kalinya dalam satu bulan ini. Bentrokan pertama terjadi karena dipicu kekalahan tim Brasil terhadap tim Belanda dalam ajang piala dunia di Afrika Selatan. Kedua kelompok pemuda ini mendukung timnya masing-masing.

Sementara itu, Kapolda Maluku Brigjen Polisi Totoy Herawan Indra, meminta masyarakat Desa Batu Merah Dalam dan Batu Merah Kampung, supaya bisa menahan diri dan tidak terpancing dengan ulah pihak-pihak tertentu yang menginginkan kekacauan di Kota Ambon.

“Kami menilai peristiwa pertikaian ini sesungguhnya tidak akan mungkin berlanjut, jika seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran untuk tetap menjaga keharmonisan diantara sesama. Selain itu dirinya juga meminta kepada kedua belah pihak yang sebelumnya sudah pernah terlibat pertikaian, untuk kembali menoleh kesepakatan untuk tetap menjaga kondisi kemanan di desa ini,” kata Kapolda kepada wartawan siang ini di TKP.

Sementara itu, Kepala Desa Negeri Batu Merah, H. Awat Tenate, meminta kepada pihak Kepolisian Daerah Maluku supaya bisa menempatkan satu Pos keamanan di sekitar lokasi ini. Permintaan ini disampaikan, menyusul seringnya terjadi pertikaian di lokasi ini dan lemban diantisipasi petugasi,” ungkap Awat.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…