Jumat, 9 Juli 2010 16:59 WIB News Share :

MK didemo warga Kalteng se-Jabodetabek

Jakarta–Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Warga Kalteng se-Jabodetabek melakukan demontrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi atas putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (9/7).

Pada 7 Juli 2010, MK telah mengabulkan gugatan pasangan calon bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar – Bambang Purwanto dan mendiskualifikasi pasangan Sugianto-Eko Soemarno.

Ketua Forum Warga Kalteng Se-Jabodetabek H Masliansyah, dalam pernyataan sikapnya, mengatakan MK dalam memutuskan perkara nomor 45/PHPU.D-VIII/2010 tidak saja mencedarai hak pilih warga Kotawaringin Barat, tetapi juga memberangus kedaulatan rakyat dan prinsip negara hukum.

Masliansyah juga menyebut MK telah menunjukkan sikap kesewenang-wenangan dalam memutuskan perkara sengketa Pilkada Kotawaringin Barat. Dengan putusan tersebut, katanya, warga Kalteng se-Jabodetabek  dengan tegas menolak putusan MK yang telah memenangkan pasangan Ujang Iskandar – Bambang Purwanto.

MK mengabulkan permohonan Ujang Iskandar – Bambang Purwanto karena Sugianto dan Eko Soemarno telah terbukti melakukan kecurangan yang sistematis, terstruktur, dan masif dalam pemilihan umum pada 5 Juni 2010.

MK melakukan diskualifikasi pasangan pemenang karena divonis melakukan pelanggaran sangat serius yang membahayakan demokrasi, serta mencederai prinsip hukum dan pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, jujur, dan adil. Dalam proses persidangan, terbukti Sugianto-Eko melakukan politik uang.

Sebanyak 65 dari 68 saksi yang dihadirkan mengatakan ada pembagian uang, baik tersembunyi maupun terang-terangan. Awalnya, Sugianto-Eko membentuk tim relawan kampanye yang berjumlah 78.238 orang, atau 62,09 persen dari total pemilih di kabupaten itu. Para relawan tersbeut mendapat uang Rp150.000 -Rp 200.000.

Selain itu juga adanya intimidasi dan teror pun menghadang pendukung Ujang-Bambang. Salah satu simpatisan Ujang-Bambang dipukul oleh tim sukses Sugianto-Eko karena dukungannya itu. Dua kepala desa diancam bakal dipecat dari jabatannya jika Sugianto-Eko tak menang.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…