Jumat, 9 Juli 2010 12:40 WIB Sepak Bola Share :

Der Panzer kurang berani

DURBAN — Langkah Jerman mencapai antiklimaks, Kamis (8/7) dini hari WIB. Tampil garang membungkam Inggris dan Argentina, tim besutan Joachim Loew akhirnya dibuat tak berkutik oleh Spanyol di babak semifinal.

Der Panzer, julukan Jerman, dianggap terlalu respek terhadap Tim Matador. Dengan permainan yang kurang berani, mereka menyerah dengan skor tipis 1-0. Seusai kekalahan itu, kubu Jerman tampaknya pilih fokus menatap Piala Dunia 2014 di Brazil.

“Spanyol benar-benar tim kuat. Kami bermain tak cukup berani di babak pertama. Kami punya peluang di babak kedua, tapi tak bisa memanfaatkannya. Ini kekecewaan besar. Kami ingin melakukan banyak hal, tapi tidak berhasil,” sesal kapten Jerman, Philipp Lahm, seperti dilansir goal.com

Sementara itu, gelandang Schweinsteiger menyebut Die Mannschaft, julukan lain Jerman, gagal mengimbangi kualitas Spanyol. La Furia Roja, julukan Spanyol, melenggang ke final berkat tandukan Carles Puyol di menit 73.

“Saya marah karena kami sudah sangat dekat ke final, tapi kemudian kami tidak bermain seperti yang direncanakan. Tentu saja, Spanyol menguasai ball possession lebih banyak, mereka punya banyak pemain yang bugar. Tetapi kami harus lebih baik, terlalu sering kami mencari bola. Kami tidak punya banyak peluang untuk mencetak gol,” sesal Schweinsteiger.

“Kami berusaha menurunkan tempo permainan, tetapi gagal. Kami juga tak banyak menyerang seperti biasanya. Saya kecewa karena kami gagal lolos ke final. Padahal jika bisa, kami punya kans memenangi Piala Dunia,” sambungnya.

Meski kecewa berat dan frustrasi, ia dengan jantan mengakui keunggulan La Furia Roja. Optimisme tinggi tentang masa depan skuat Der Panzer juga diungkapkan Schweinsteiger.
“Spanyol pantas menang, mereka masih lebih baik dibanding Inggris atau Argentina. Tetapi saya melihat kami punya tim muda yang bermasa depan cerah,” ujar gelandang Bayern Munich itu.

Media-media Jerman juga tak kalah kecewa. Harapan mereka sempat melambung tinggi menyaksikan tampilan agresif Miroslav Klose dkk sebelumnya. Sayangnya, ambisi Jerman merengkuh trofi Piala Dunia untuk kali ketiga kandas di kaki Tim Matador. Namun publik Jerman tampaknya pilih segera melupakan derita tersebut dan menatap Piala Dunia di Brazil, empat tahun mendatang.

“Tuhan sepakbola hanya memahami Spanyol,” tulios tabloid Berliner Kurier, di halaman depan mereka.

Harian bertiras terbesar di Jerman Bild memenuhi halaman depan dengan gambar Bastian Bastian Schweinsteiger yang tampak berduka dan melengkapinya dengan sebuah kalimat pendek. “Mimpi telah usai!” Namun juga menambahkan kalimat lain. “Ayo bangkit! Jadi kita akan merengkuh piala itu empat tahun mendatang.”

Harian Die Welt also juga yakin Der Panzer mampu meraih titel keempat Dengan membuat prediksi  di halaman depan. “54, 74, 90 dan 2014…”

JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…