Jumat, 9 Juli 2010 19:00 WIB Internasional Share :

China sita 38 ton susu bubuk beracun

Beijing–Pihak berwenang China menyita 38 ton susu bubuk bercampur racun yang pernah menewaskan anak-anak dan menimbulkan kegemparan nasional pada 2008, menurut laporan media resmi, menandakan sikap keras kepala atas kegagalan keamanan makanan.

Sampel dari susu bubuk tersebut ditemukan di Provinsi Gansu dan Qinghai, barat laut China terdapat tingkat kimia melamin hingga 500 kali melebihi batas yang diizinkan, dan diduga bubuk yang tercemar juga ada di timur laut China, kata laporan dari kantor berita Xinhua pada Jumat (9/7).

Dua tahun lalu, setidaknya enam anak tewas dan sekitar 30.000 anak jatuh sakit karena meminum susu bubuk yang tercemar melamin, senyawa industri yang ditambahkan untuk menipu para pengawas untuk mendapatkan hasil uji protein yang tinggi.

Menghadapi kemarahan konsumen dan orang tua serta kecaman internasional, Beijing menuduh para pejabat di Provinsi Hebei, di utara China, untuk menutupi produk susu bermasalah, yang dijual oleh Sanlu Grup yang sekarang sudah bankrut, yang setengahnya dimiliki oleh perusahaan susu Selandia Baru, Fonterra.

China telah mengeksekusi dua orang pada November lalu atas perannya pada skandal tersebut.
Laporan Xinhua tidak menyebutkan kematian atau penyakit akibat dari produk susu beracun terkini.

“Pihak berwajib telah meminta penyelidikan ketat dan mencegah semua susu bubuk bermasalah memasuki pasar,” katanya.

Kepolisian menemukan susu bubuk tercemar di propinsi Gansu dan menelusuri sampai pabrik susu di propinsi tetangga, Qinghai. Perusahaan tersebut telah membeli susu bubuk dari tempat lain dan menyimpan di desa dekat dengan pabrik tersebut.

Para pejabat menyita 38 ton susu bubuk bermasalah, kata Xinhua. “Sejumlah tes menunjukkan tingkat melamin 500 kali di atas tingkat yang diterima,” kata laporan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…