Jumat, 9 Juli 2010 17:03 WIB Kesehatan Share :

Antibodi alami mampu netralkan virus HIV

New York–Harapan akan ditemukannya vaksin HIV mulai mendapat titik terang. Baru-baru ini peneliti menemukan dua jenis antibodi alami dalam tubuh manusia yang mampu menetralkan 90 persen jenis virus HIV.

Dikutip dari Reuters, Jumat (9/7), kedua jenis antibodi yang dinamakan VRC01 dan VRC02 itu ditemukan dalam darah pengidap HIV positif. Pada kelompok pasien yang dinamakan non-progressor tersebut, infeksi HIV tidak menyebabkan penyakit karena adanya sistem imun tertentu.

Peneliti mengungkap, dua jenis antibodi yang ditemukan merupakan faktor yang memicu terbentuknya sistem imun pada non-progressor. Melalui sebuah perangkat molekuler, peneliti berhasil mempelajari sistem imun yang dinamakan ‘sel-B’ tersebut.

Dengan mempelajarinya, peneliti berharap bisa mengembangkan vaksin untuk mengatasi infeksi HIV. Kemungkinan lain yang bisa dikembangkan adalah membuat obat untuk memicu produksi antibodi semacam itu pada pasien yang terinfeksi atau mendonorkannya melalui transfusi.

“Kali ini saya sangat optimistis soal vaksin HIV, dan mungkin lebih yakin dibandingkan 10 tahun terakhir,” ungkap Dr Gary Nabel dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) yang memimpin penelitian tersebut.

HIV merupakan penyebab AIDS yang telah menginfeksi 33 juta jiwa di seluruh dunia. Menurut data UNAIDS, 25 juta jiwa telah meninggal karenanya sejak pandemi AIDS dimulai pada tahun 1980.

Hingga saat ini, vaksin HIV belum ditemukan meski beberapa obat bisa membantu mengendalikannya. Akhir tahun 2009, para ahli sempat menguji vaksin yang diklaim mampu mengurangi laju infeksi HIV hingga 30 persen pada sejumlah relawan di Thailand, namun metode pengujiannya masih kontroversial.

Mengembangkan vaksin untuk virus HIV bukan perkara mudah. Selain langsung menyerang sistem imun, virus ini juga selalu mengalami mutasi sehingga mirip target yang selalu bergerak.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….