Kamis, 8 Juli 2010 17:27 WIB Sragen Share :

Tak miliki taring, Kompolnas diminta dibubarkan

Sragen (Espos)–Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dinilai tidak memiliki taring dalam mengawasi kinerja kepolisian, lantaran Kompolnas tidak memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada kepolisian. Atas dasar itu Kompolnas diminta dibubarkan.

Penegasan itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) Sragen, Imam Rochadi kepada Espos, Kamis (8/7). Pernyataan Imam didasarkan pada pertemuan dengan anggota Kompolnas Novel Ali dan hasil penjelasan anggota Kompolnas tersebut.

“Kalau tidak memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada aparat kepolisian yang diduga tidak profesional, ya buat apa Kompolnas dipertahankan. Lebih baik Kompolnas dibubarkan saja,” tambahnya.

Desakan pembubaran lembaga negara itu ditanggapi langsung Novel Ali dalam pertemuan di Sekretariat Lintas beberapa waktu lalu. Menurut Novel Ali, Kompolnas memang tidak memilik peran banyak dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kinerja Polri.

Wewenang Kompolnas, kata dia, dibatasi UU, yakni hanya memberikan masukan atau saran kepada Presiden dan menerima keluhan dari masyarakat. “Kami memang tidak memiliki wewenang untuk memberikan sanksi atas kinerja kepolisian. Saya berharap justru regulasinya yang diubah, bukan lembaganya yang dibubarkan,” tambahnya.

trh

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…