Kamis, 8 Juli 2010 20:29 WIB Wonogiri Share :

Tahun ajaran baru, omzet pegadaian naik 17%

Wonogiri (Espos)–Walaupun pemerintah telah menggratiskan biaya pendidikan sampai jenjang SMP, namun musim penerimaan siswa baru masih diikuti oleh fenomena orangtua siswa yang kebingungan mencari biaya masuk sekolah. Salah satu indikasinya adalah peningkatan omzet sampai 17% yang dialami Pegadaian Wonogiri.

Beragamnya kemampuan ekonomi warga masih memperlihatkan beberapa pihak yang merasa kesusahan memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Seperti yang dialami oleh pasangan Katimin-Suyem asal Dokwatu, Kerjo Kidul, Ngadirojo. Dia mengaku menggadaikan perhiasannya untuk mencukupi biaya seragam anaknya yang baru saja diterima di SMPN 3 Ngadirojo.
“Pembayaran seragam paling lambat besok (hari ini-red). Kami orang pas-pasan, saya nyewa lahan untuk bertani dan istri saya jual jamu keliling di Jakarta,” ungkap Katimin. Uang yang diperoleh dari pegadaian itu mereka akui untuk membayar seragam yang dipatok sekolah seharga Rp 360.000.

Pimpinan Pegadaian Wonogiri Sadiyono mengatakan terdapat kenaikan omzet 17% Juli ini. Juni lalu, terangnya, omzet rata-rata perhari pegadaian mencapai Rp 94 juta. “Dari catatan kami, omzet rata-rata perhari mencapai Rp 11,531 juta,” terangnya saat ditemui wartawan, Kamis (8/7).

Omzet yang diperoleh pegadaian itu juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. “Dibanding tahun lalu, omzet di musim ajaran baru kali ini naik Rp 15%,” jelasnya.

Dia mengatakan orang yang datang menggadaikan perhiasan rata-rata mengaku membutuhkan dana untuk keperluan sekolah anak. Menurut prediksinya, kenaikan omzet pegadaian akan terus meningkat sampai akhir bulan nanti.

“Ini saja sekolah belum ketok palu soal biaya yang lain, sementara baru biaya daftar ulang,” katanya.

m85

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…