Kamis, 8 Juli 2010 23:26 WIB Solo Share :

Sekolah keluhkan tidak adanya biaya operasional

Solo (Espos)–Sejumlah sekolah negeri di Solo mengeluhkan tidak adanya lagi dana operasional bagi sekolah dari Pemkot Solo mulai awal tahun 2010. Bahkan, beberapa sekolah menglaim sempat diputus jaringan listriknya karena tidak adanya dana tersebut.

Hal tersebut terungkap saat sembilan kepala sekolah (Kepsek) SMKN di Solo melakukan rapat kerja dengan Pimpinan Dewan, Rabu (7/7). Kepsek SMKN 5 Solo Sudarto mengatakan, PLN sempat mematikan aliran listrik bulan Mei lalu karena tagihan listrik Rp 7 juta belum terbayar dan beberapa hari kemudian baru dibayarkan.

Kepsek SMKN 6 Solo, Sri Supartini juga mengatakan hal yang sama. Tiap bulan tagihan listrik mencapai Rp 12 juta/bulan. Padahal, kata dia, sejak awal 2010 dana operasional sekolah seperti untuk membayar listrik, telepon, air, alat tulis kantor (ATK), perawatan gedung tidak lagi dianggarkan oleh Pemkot Solo. “Mulai 2010 kan tidak ada lagi anggaran untuk semacam itu. Jadi memang cukup berat. Biaya tagihan listrik dan telepon tiap bulan cukup besar,” terang Supartini.

Sementara Ketua Komisi IV, Zaenal Arifin mengatakan, seharusnya biaya operasional sekolah seperti biaya listrik, telepon tetap dianggarkan. “Harusnya biaya operasional itu tetap dianggarkan. Nanti akan dilihat dalam APBD Perubahan. Namun, kami tegaskan, tidak adanya anggaran operasional itu jangan dijadikan alasan bagi sekolah untuk memungut dana kepada siswa,” ungkap Zaenal, Kamis (8/7).

Dia mengatakan, tahun 2009 saat anggaran operasional masih ada pihak sekolah juga telah meminta sumbangan kepada orangtua siswa. Sehingga, lanjut dia, tidak benar jika sekolah kemudian menarik pungutan tinggi kepada orangtua siswa dengan alasan tidak adanya anggaran operasional.

“Sekarang ini kan keterlaluan. Yang paling penting itu kan menjalankan mekanisme. Belum apa-apa kok sudah main tarik da melanggar aturan. Saya juga menyangsikan ada yang sampai seperti itu (diputus aliran listrik-red),” tegas Zaenal.

dni

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…