Kamis, 8 Juli 2010 23:58 WIB Klaten Share :

Ratusan rekening GTT diblokir

Klaten (Espos)–Sebanyak 820 nomor rekening Guru Tidak Tetap (GTT) Klaten diblokir lantaran kemasukan tunjangan studi lanjut yang semestinya diberikan kepada guru PNS yang sedang melanjutkan studinya ke jenjang S2.

Pemblokiran rekening itu dilakukan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Klaten sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng pada Rabu (7/7). Pemblokiran rekening itu membuat kalangan GTT kecewa. Yati, 43, salah satu GTT mengaku kecewa dengan pemblokiran rekening miliknya tersebut. Menurutnya, dirinya sudah menerima transfer dana senilai Rp 2 juta pada Rabu (23/6) lalu.

Kala itu, dirinya sudah mendapatkan pemberitahuan dari Disdik Klaten bahwa dana tersebut merupakan tunjangan fungsional. Akan tetapi, pada Rabu kemarin, Disdik memberitahukan bahwa terjadi kesalahan pengiriman tunjangan tersebut. “Disdik memberitahukan bahwa itu bukan tunjangan fungsional melainkan tunjangan studi lanjut yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, rekening kami diblokir dari pihak bank,” ujar Wati saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Kamis (8/7).

Pemblokiran rekening GTT itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Disdik Klaten, Muzayin. Menurutnya, kekeliruan pengiriman tunjangan itu disebabkan kurangnya ketelitian dari Disdik Provinsi Jateng dalam mentransfer dana. “Mestinya tunjangan fungsional itu lebih besar yakni Rp 2,4 juta. Tetapi mereka (GTT-red) tunjangan studi lanjut yang besarnya senilai Rp 2 juta,” papar Muzayin.

Muzazin menambahkan, setelah nomor rekening GTT itu diblokir, semua uang yang sudah ditranfer itu akan ditarik kembali. Sementara bagi GTT yang terlanjur menggunakan uang itu diminta mengembalikan 100% kepada Disdik Klaten.

mkd

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…