Kamis, 8 Juli 2010 11:08 WIB News Share :

Pencarian awak pesawat, belum ada titik terang

Bandung— Sudah lima hari pencarian awak pesawat Trike PKS-135 dilakukan, namun belum ada juga tanda-tanda keberadaan Noto dan Panji. Jika mereka tak mengalami luka berat, diyakini saat ini keduanya masih hidup.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordirga) Microlight Jabar, Saleh Sudrajat saat dimintai kemungkinan hidup dari dua anggotanya itu. “Susah ditebak bagaimana kondisi mereka. Tapi kalau keduanya tak mengalami luka berat, kemungkinan mereka masih bisa bertahan,” ujar Saleh saat dihubungi via ponselnya, Kamis (8/7).

Dituturkan Saleh, menurut pengalaman manusia masih bisa bertahan tanpa makan dalam kondisi darurat. “Dengan kondisi yang hujan setiap hari, mereka setidaknya tidak mengalami dehidrasi karena banyak air,” tuturnya.

Menurut Saleh, ada tiga faktor yang mempengaruhi pencarian Noto dan Panji, yaitu limitasi cuaca, limitasi alat navigasi dan limitasi kondisi pilot.

Saleh mengungkapkan kecelakaan pesawat Trike seperti ini, adalah kali pertama terjadi di Jabar. Selama ini kalaupun ada kecelakaan tidak sefatal hilangnya Noto dan Panji yang hingga berhari-hari tak diketahui kondisinya. “Yang fatal, ini baru pertama kali,” kata Saleh.

Noto dan Panji disebutkan Saleh telah lama bergabung dengan Pordirga Jabar. Jumlah anggota Pordirga di Bandung khusus untuk olahraga microlight atau pesawat Trike ada sekitar 20 orang. “Mereka berdua sudah lama bergabung, mungkin sejak tahun 2000-an,” jelasnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…