Kamis, 8 Juli 2010 16:23 WIB Sport Share :

Paul si Gurita tak meramal partai final

Munchen -– Tak terasa, Piala Dunia hampir usai, tinggal menyisakan laga final akhir di pekan. Tapi ada cerita unik bagi para petaruh. Mereka harus benar-benar memutar otak dalam memilih siapa pemenang partai puncak nanti karena tak ada lagi prediksi maut dari Paul si gurita ajaib.

Sejak kick-off Piala Dunia 12 Juni lalu, mereka yang memasang taruhan pada pertandingan Der Panzer selalu dimanjakan dengan ramalan Paul. Hasilnya memang luar biasa, ketepatan tebakan gurita asal Jerman ini menunjukkan angka 100 persen, termasuk ketika Phillip Lahm cs kalah atas Serbia di babak penyisihan grup dan semifinal dini hari tadi lawan Spanyol. Hal ini menunjukkan bahwa sang peramal memang tak selalu memihak Jerman, meski pemiliknya mengklaim bahwa Paul berasal dari Jerman.

Bicara tentang petaruh, kurang afdol rasanya bila tak menengok rumah taruhan paling terkenal seantero Inggris bahkan Eropa, ya, William Hill. Ada satu fakta unik di perusahaan keluarga ini terkait Paul tentunya.

BetOnWorldCup2010 melaporkan, sebelum semifinal dini hari tadi ada seseorang yang nekad melawan ramalan Paul dengan bertaruh di William Hill hingga 500 ribu Euro (sekitar Rp 5,7 miliar) untuk Jerman.

Juru bicara perusahaan ini,Graham Sharpe, mengaku jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dalam sejarah pemasang taruhan di William Hill untuk kategori Piala Dunia.

Dasar sial, petaruh yang identitasnya disembunyikan itu kalah.

Jadi, harap waspada bagi Anda yang ingin bertaruh di partai final nanti karena Paul hanya beraksi dalam pertandingan yang diikuti Jerman, sedang tim asuhan Joachim Low itu sudah gugur di medan perang.

inilah.com

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…