Kamis, 8 Juli 2010 11:15 WIB Sepak Bola Share :

Menuju kesempurnaan

Cape Town–Selangkah lagi Belanda mencatatkan diri dalam sejarah sepak bola dunia. De Oranje pun tak mau mengulangi pengalaman pahit seperti era 1974 dan 1978.

Tiket final masuk genggaman Belanda berkat kemenangan tipis 3-2 kontra Uruguay di Stadion Green Point, Cape Town, Rabu (7/7). Meski sempat direpotkan perlawanan alot La Celeste, julukan Uruguay, langkah Belanda ke partai final tak terbendung. Mereka bakal menghadapi pemenang duel semifinal lainnya, Jerman atau Spanyol.

“Saya setuju penampilan kami memang tidak istimewa, tapi yang terpenting kami menang dalam pertandingan ini. Kami memulai pertandingan dengan baik, tapi kami kehilangan inisiatif setelah gol pertama. Kami kembali menguasai lagi pada babak kedua. Kami menciptakan sejumlah peluang tapi <I>finishing<I> tidak maksimal, dan kami sangat tegang di akhir pertandingan,” jelas pelatih Belanda, Bert van Marwijk, seperti dilansir yahoosports.com.

Belanda kini tinggal sejengkal lagi menggapai mimpi untuk menggenggam trofi Piala Dunia. Sebelumnya Tim Negeri Kincir Angin juga pernah mengecap final 1974 dan 1978, namun kalah dari Jerman Barat dan Argentina. Kini mereka ingin menutup turnamen dengan sempurna dan mencatatkan diri dalam daftar juara dunia, yang baru terisi tujuh tim. Yaitu, Brazil, Argentina, Uruguay, Italia, Jerman, Inggris dan Prancis.

De Oranje juga sedang menapaki rekor istimewa, memenangi seluruh laga kualifikasi dan semua pertandingan di Piala Dunia dalam waktu 90 menit. Rekor spesial ini hanya dipegang oleh skuat Brazil pada Piala Dunia 1970.

Memang ada lima tim lain yang menjuarai Piala Dunia dengan menyapu bersih pertandingan, tapi tidak memenangi seluruh laga kualifikasi. Kesempurnaan itulah yang kini sedang dituju Wesley Sneijder cs. Belanda sendiri juga tak terkalahkan dalam 25 laga beruntun.

Belanda membuka aksi di semifinal lewat gol indah kapten Giovanni van Bronckhorst. Namun, La Celeste meresponsnya dengan jitu, lewat tendangan geledek kapten mereka, Diego Forlan di pengujung babak pertama.

Lebih hidup

Babak kedua berjalan lebih hidup. Belanda kembali di atas angin berkat gol Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Tetapi, jantung pendukung De Oranje sempat berdetak ketika Maximiliano Pereira membalas di masa injury time. Sayangnya  cuma sampai di situ perlawanan La Celeste.
Tim besutan Oscar Tabarez pun harus puas berebut gelar juara ketiga, Sabtu (10/7).
Setelah pengalaman pahit skuat 1974 dan 1978, striker Dirk Kuyt tidak merasa gentar. Bomber Liverpool itu optimistis kali ini segalanya bakal berbeda. Belanda siap kembali merajai turnamen utama setelah pernah mengecap juara Eropa pada 1988.

“Kami begitu dekat dengan sejarah. Ini kali ketiga kami maju ke final. Sekarang kami harus memenanginya. Apa yang terjadi benar-benar sulit dipercaya. Setelah perjalanan panjang, kami akhirnya ada di final,” tutur Kuyt.

Di sisi lain, penggawa Uruguay Maximiliano Pereira merasa sudah mengeluarkan segalanya, namun nasib tetap tak berpihak kepada mereka. “Sejak menit pertama kami berusaha menekan. Tim ini telah memberikan segalanya, namun kami tidak menang. Kekalahan terjadi karena mendapat gol yang diinginkan. Kejayaan dan kebanggaan untuk tim nasional harus berakhir juga,” tukas Pereira.

JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…