Kamis, 8 Juli 2010 14:24 WIB News Share :

Din ajak Boediono jadi anggota Muhammadiyah

Yogyakarta–Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengajak Wakil Presiden (Wapres) Boediono untuk menjadi anggota Muhammadiyah karena dianggap telah menjadi keluarga besar organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu.

“Saya mengajak Bapak Boediono untuk menjadi anggota Muhammadiyah dan dijamin kartu anggotanya bisa selesai satu jam,” kata Din, saat menyampaikan keinginannya dalam acara penutupan Muktamar Seabad Muhammadiyah, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (8/7).

Penutupan Muktamar dilakukan oleh Wapres Boediono ditandai dengan penekanan tombol yang juga dihadiri Mendiknas M Nuh, Menag Suryadharma Ali, Menteri Hukum dan Ham Patrialis Akbar, serta Gubernur DIY Sri Sultan Hemengkubuwono X.

Menurut Din, saat dirinya bersama jajaran pengurus Muhammadiyah melakukan audiensi dengan Wapres sebelum muktamar, Wapres mengatakan bahwa dirinya sesungguhnya adalah alumni sekolah dasar Muhammadiyah, di Blitar, Jawa Timur.

Sebagai ketua umum, kata Din, dirinya mengaku sangat bangga bahwa lulusan sekolah dasar Muhammadiyah bisa menjadi wakil presiden.

“Itu baru lulusan SD bisa menjadi Wapres, bagaimana kalau lulusan Universitas Muhammadiyah, tentunya bisa menjadi orang lagi,” kata Din yang disambut tepuk tangan dari para ribuan muktamirin.

Terkait dengan posisinya sebagai ketua umum, Din sekali lagi mengatakan bahwa Muhammadiyah dan pemerintah adalah mitra yang saling mendukung, karena keduanya saling membutuhkan.

Din menegaskan bahwa tidak mungkin ada pertentangan antara Muhammadiyah dan pemerintah, mengingat keduanya sangat memerlukan. Sebagai ketua umum yang terpilih untuk periode kedua, dia bertekad akan ingin lebih memajukan Muhammadiyah dan terus memberikan gerakan pencerahan, pembebasan dan kemajuan.

“Tekad pengurus baru ini adalah akan terus memberikan gerakan pencerahan dan kemajuan bagi warga Muhammadiyah,” katanya.

Selama berlangsungnya muktamar yang berlangsung sejak 3 Juli, Din mengakui bahwa secara umum berjalan aman, lancar dan terkendali serta bermartabat.

“Muhammadiyah telah menjadi suatu gerakan teladan yang patut dicontoh. Silakan gerakan organisasi lain menirunya,” kata Din.

ant/rif

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…