Kamis, 8 Juli 2010 15:03 WIB News Share :

Aktivis ICW diserang, Komisi III curigai pelaku dibekingi jenderal

Jakarta–Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mengecam keras penyerangan terhadap aktivis ICW Tama Satrya Langkun. Benny curiga pelakunya dibekingi oleh jenderal polisi yang tidak terima disudutkan dalam kasus rekening gendut.

“Kita minta penegak hukum obyektif menyikapi kasus ini, karena ada kemungkinan yang melakungan bekingan jenderal polri,” ujar Benny kepada wartawan, Kamis (8/7).

Benny menduga, para pelaku adalah orang yang dekat dengan jenderal polisi yang kecewa dengan ICW karena aktif mengusik rekening gendut. Orang-orang ini membela bosnya dengan caranya sendiri.

“Ketika jenderal polisi selalu disudutkan, jangan lupa mereka punya backing yang mereka melakukan yang mereka anggap benar karena bos mereka diperlakukan tidak baik,” papar Benny.

Oleh karena itu, Benny berharap polisi segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku kejahatan tersebut. Motivasi penyeranan juga perlu diperjelas karena bisa menimbulkan pertanyaan masyarakat apakah ada hubungannya dengan rekening gendut Polri.

“Kita minta polisi menyelidiki apakah pelakunya masyarakat atau oknum polisi. Ini siapa yang melakukan, siapa yang menyuruh dan apa motifnya harus jelas,” tutupnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…