Kamis, 8 Juli 2010 16:21 WIB Pendidikan Share :

“Pendidikan akademis dan spriritual harus seimbang”

Solo (Espos)–Lembaga pendidikan tidak hanya membekali mahasiswa maupun murid dengan ragam pembelajaran akademik, namun demikian sekolah harus mampu menyeimbangan kebutuhan spiritual.

Demikian wejangan yang disampaikan oleh Ketua Pendiri dan Pembina Yayasan Sahid Jaya, Prof Dr Sukamdani Sahid Gitosardjono didampingi Juliah Sukamdani pada acara peresmian perluasan gedung SMK Sahid, ruang kelas Universitas Sahid dan musala, di SMK Sahid, Kamis (8/7). Dia mengatakan, pemberian materi pendidikan yang tidak dilandasi watak moral serta kepribadian yang kuat maka siswa tersebut akan mudah terombang-ambing dengan perkembangan jaman.

“Pemenuhan kebutuhan spiritual dan akademik harus seimbang, karena itu merupakan dasar pokok pengembangan jiwa yang berkarakter,” papar dia.

Dia mengungkapkan, untuk menunjang kebutuhan pendidikan tersebut maka tenaga pendidik harus memiliki kompetensi yang inovatif dan kreatif. Menurutnya, tanpa adanya keinginan meningkatkan kompetensi diri tersebut maka adanya tunjangan sarana maupun prasarana berupa ruang kelas dan laboratorium itu tidak akan maksimal.

“Harus terus berinovasi, sehingga selalu ada sesuatu yang baru agar ilmu pengetauan itu apat dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat secara luas,” jelas dia.

Lebih lanjut Sukamdani menegaskan untuk memperoleh penyerapan hasil pendidikan secara optimal maka jaringan antara salah dunia industri dan pemerintah harus saling berkaitan. Dengan demikian, para lulusan sekolah maupun universitas dapat saling mengisi kebutuhan yang diperlukan di dunia industri.

“Kompetensi guru, dosen maupun siswa harus meningkat dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

das

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…