Rabu, 7 Juli 2010 14:10 WIB Sepak Bola Share :

Tak mau konyol lawan Spanyol

ERASMIA–Masih segar dalam ingatan skuat Tim Panser Jerman, betapa sulitnya menghadapi Tim Matador Spanyol di final Euro 2008.

Pelatih Jerman, Joachim Loew, bahkan menyebut Spanyol yang bakal menjadi lawan pasukannya di laga semi final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, jauh lebih berbahaya apabila dibandingkan dengan Argentina ataupun Inggris.

Loew memberikan penilaian tinggi terhadap kekuatan La Furia Roja, julukan Spanyol, yang mengangkat trofi juara Eropa setelah memukul Jerman 1-0 di final, dua tahun lalu. Dalam pandangan Loew, Spanyol tak hanya didukung kualitas individual pemain yang mumpuni, tapi juga memiliki kerja sama tim terbaik di dunia.

Bagi Loew, permainan Spanyol sangat berbeda dengan Argentina yang mereka kalahkan 4-0 di perempat final. “Mereka tim nasional dengan konsistensi luar biasa dalam dua atau tiga tahun terakhir,” ujar Loew menjelang duel kontra Spanyol di Durban, yang akan digelar Kamis (8/7) dini hari WIB.

“Spanyol tidak memiliki satu (Lionel) Messi. Mereka memiliki lebih dari satu Messi. Terutama di lini serang, mereka memiliki banyak pemain yang bisa menentukan sebuah pertandingan. Spanyol tidak seperti Inggris dan Argentina, tim yang melakukan kesalahan,” imbuh pelatih berusia 50 tahun itu seperti dilansir dari yahoosports.com, Selasa (6/7).

Loew menyebut Spanyol jarang melakukan kesalahan di barisan serang maupun di pertahanan, seperti yang dilakukan Inggris dan Argentina sat berhadapan dengan pasukannya. Karenanya, skuat Der Panzer harus mencari celah memaksa Spanyol melakukan kesalahan.

Kendati begitu, Loew meyakini Lukas Podolski dkk kali ini mampu mengatasi perlawananan Tim Matador. “Lini tengah Spanyol sangat berbahaya dengan kehadiran (Andres) Iniesta dan Xavi. Namun (Jerman) memiliki Sami Khedira dan (Bastian) Schweinsteiger yang sama bagusnya dengan mereka. Jadi akan ada sebuah situasi kunci di sana yang bisa digunakan untuk mengambil keuntungan.”

Memilih strategi apapun tentu bisa dilakukan setiap tim untuk memenangi pertandingan. Namun bagi Jerman, akan lebih meyakinkan apabila bisa tampil menjadi juara dunia dengan memainkan sepak bola menyerang.

“Analisis kami cukup jelas, kami hanya bisa memenangi Piala Dunia dengan bermain menyerang dan menyulitkan tim-tim lain,” lanjut Loew. Ia lalu membuat sebuah perbandingan tim yang pernah menjadi juara dunia tapi tidak menerapkan strategi bermain ofensif.

Menurut Loew, pendekatan itu tidak cocok lagi di era persaingan saat ini. “Cara Italia memenangi titel pada tahun 2006, bertahan dan menang dengan satu gol, tidak lagi mungkin. Anda takkan bisa ke mana-mana jika bermain seperti itu sekarang. Kami telah merencanakan Piala Dunia dengan semua cara supaya ke final,” sambung Jogi, sapaan akrab Loew.

Sejauh ini, Jerman merupakan tim yang paling produktif, dan itu sebuah indikator mereka memainkan sepak bola menyerang. Dari lima pertandingan, Der Panzer berhasil melesakkan 13 gol ke gawang lawan dan sebaliknya cuma kebobolan dua gol.

JIBI/SOLOPOS/anh

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…