Rabu, 7 Juli 2010 22:15 WIB News Share :

Siti Noordjannah pimpin Aisyiyah

Yogyakarta – Siti Noordjannah Johantini terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah periode 2010-2015. Noordjannah didampingi Dyah Sityi Nuraini sebagai Sekretaris Umum.

Terpilihnya Noordjannah juga telah diprediksi oleh para peserta muktamar
Aisyiyah. Sebab ketua umum sebelumnya Siti Chamamah sudah dua kali menjabat sebagai ketua umum. Pemilihan anggota formatur maupun penetapan anggota PP Aisyiyah yang berlangsung di Gedung Wana Bhakti Yasa di Jalan kenari, Kota Yogyakarta berlangsung dengan demokratis.

Sesuai mekanisme yang ada dalam aturan organisasi, penentuan ketua umum dilakukan setelah forum muktamar memilih 5 orang formatur. Lima tim formatur adalah Siti Noordjannah Djohantini, Siti Chamamah, Masyithoh Chusnan, Dyah Siti Nuraini dan Shoimah Kastolani. Kelima orang ini kemudian menambah 8 orang anggota untuk melengkapi struktur kepengurusan di Aisyiyah menjadi 13 orang.

Delapan orang nama yang diajak memperkuat struktur kepengurusan PP Aisyiyah yaitu Siti Aisyiyah, Nurni Akma, Trias Setiawati, S.M. Widyastuti, Atikah M.Zakki, Rohimi Zam Zam, Siti Hadiroh Ahmad dan Susilawati. Tiga belas orang inilah yang bersama-sama memilih ketua umum dan sekretaris

Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP Aisyiyah terpilih menyatakan dalam menjalankan kepemimpinan Aisyiyah lima tahun ke depan pihaknya akan terus menjalankan metode dakwah. Aisyiyah  akan terus berpihak kepada kaum miskin dan anak yatim dan membantu mereka agar bisa mandiri.

“Kita akan terus gelorakan tiap ajaran KH Ahmad Dahlan kepada para murid, miskin itu tak sekedar miskin harta. Ada miskin ilmu, miskin akhlak, miskin kebutuhan hidup. Kita tentu saja akan teruskan model dakwahnya. Islam yang berkemajuan itu adalah ciri gerakan Aisyiyah itu akan mengalir melakukan pencerahan bangsa,” kata Siti Noordjannah.

Sementara itu Siti Chamamah Ketua Umum PP Aisyiyah 2005-2010 menambahkan terpilihnya seorang ketua umum yang baru, menunjukkan bila di tubuh organisasi Aisyiyah ada regenerasi dan punya kader.

Chamamah berharap Aisyiyah ke depan harus terus peka terhadap masalah sosial dan kebangsaan. Kader-kader Aisyiyah diharapkan juga bekerja dengan sungguh-sungguh atau berjihad seperti apa yang dulu pernah dicontohkan oleh istri-istri Nabi Muhammad SAW.

Ke depan lanjut dia, Aisyiyah juga harus menjaga kepercayaan banyak pihak yang disebutkan dalam kiprahnya telah banyak berperan di bidang beragam amal usaha baik bidang kesehatan, pendidikan, panti asuhan dan melakukan penyadaran peran perempuan.

“Jangan malas dan kikir dalam bekerja dan beramal,” pungkas Chamamah.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…