Rabu, 7 Juli 2010 10:24 WIB Hukum Share :

Seorang bocah diperkosa empat teman bermainnya

Surabaya–Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun diperkosa empat orang temannya yang berumur sama dengan dirinya. Wulan (bukan nama sebenarnya), diperkosa beramai-ramai empat teman bermainannya di sebuah rumah kosong di kawasan Kertajaya.

Kasus perkosaan itu sedang diselidiki oleh Polsek Gubeng. “Laporannya memang sudah masuk. Korban sekarang masih di rumah sakit untuk mendapatkan visum dan perawatan,” kata Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Iptu Samidi, saat dihubungi, Rabu (7/7).

Samidi sendiri masih mempelajari kasus tersebut dan akan memeriksa pihak-pihak yang terlibat. Namun dari informasi yang didapatkan, kasus itu sebenarnya diketahui orang tua korban pada 23 Juni 2010 lalu. Saat itu korban yang tinggal di Jalan Gubeng Kertajaya, mengeluh kesakitan pada kemaluannya. Setelah didesak, Wulan mengaku jika ia baru saja diperkosa oleh empat temannya.

Kepada orang tuanya, Wulan bercerita bahwa ia diperkosa beramai-ramai di sebuah rumah kosong di dekat rumahnya. Wulan diperkosa empat temannya yang juga masih di bawah umur, paling tua 14 tahun dan yang paling muda 10 tahun. Wulan sendiri yang mengalami trauma psikis tidak ingat kapan tepatnya ia diperkosa.

Orang tua Wulan malah kaget saat anaknya menyebut satu persatu nama bocah yang memperkosanya. Ternyata empat anak itu adalah anak asuh tokoh masyarakat.

Karena itu orang tua Wulan yang hanya bekerja sebagai tukang becak takut melaporkan kasus itu ke polisi. Apalagi kala itu orang tua pelaku beritikad baik menanggung biaya pengobatan Wulan. Akibat perkosaan itu, kemaluan Wulan memang mengalami infeksi parah bahkan hingga sulit berjalan.

Tetapi ketakutan orang tua Wulan mulai luluh saat itikad baik dari orang tua pelaku tak juga dilakukan. Orang tua Wulan pun akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi.

“Kami masih mempelajari kasus ini, apakah akan kami limpahkan ke unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polrestabes Surabaya atau tidak,” tandas Samidi.

dtc/ tiw

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…