Rabu, 7 Juli 2010 22:36 WIB Solo Share :

Pemilihan lokasi titik hot spot akan dikoreksi

Solo (Espos)–Pemilihan lokasi titik hot spot di sepanjang citywalk Jl Slamet Riyadi akan dikoreksi. Hal itu dipastikan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), menyusul temuan hilangnya sejumlah piranti tersebut.

Saat ditemui seusai mengikuti pembukaan Sidang ke-11 ASEAN-Committee on Culture and Information (COCI) Sub Committee, di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Rabu (7/7), Walikota mengaku baru mendengar kabar hilangnya piranti hot spot tersebut pada Rabu pagi.

Dia menilai, kasus tersebut harus segera ditangani. Dalam waktu dekat, dia berjanji akan mengadakan pertemuan dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, untuk menentukan langkah selanjutnya. Namun, secara umum, Jokowi menegaskan, pihaknya akan melakukan koreksi dalam penempatan titik-titik hot spot. “Kalau orangnya jelas, bisa dibawa ke hukum. Tapi kalau seperti ini. Yang jelas kita akan koreksi penempatannya,” tandas Jokowi.

Sementara itu, hilangnya sebagian atau seluruh piranti tujuh titik hot spot yang disikapi dengan diamankannya 11 piranti lain, kini hanya sekitar 60 titik hot spot yang bisa dinikmati warga Solo. Terkait koreksi penempatan  piranti hot spot Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Solo, Eny Tyasni Susana,  menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menerjunkan petugas untuk melakukan kajian lokasi mana yang tepat untuk menempatkan perangkat tersebut.

Dia menegaskan, 11 titik hot spot tetap dipertahankan di sepanjang citywalk, karena sejak awal lokasi tersebut memang didesain sebagai ruang publik warga Solo.“Kepada masyarakat kami minta untuk bersama menjaga fasilitas umum. Serta, kepada masyarakat yang menemukan orang yang mencurigakan di lokasi hot spot, agar ditanyakan keperluannya dan dilaporkan,” imbuhnya.

tsa

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…