Rabu, 7 Juli 2010 11:22 WIB News Share :

Dilarang di Malaysia, banjir pujian di Indonesia

Jakarta – Mufti Malaysia sudah memutuskan jika Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) milik Ary Ginanjar Agustian dianggap melenceng dari ajaran agama Islam. Namun di Indonesia, yang mayoritas beragama muslim, ESQ Ary tetap dikagumi.

Berdasarkan laman facebook Ary yang dibuat oleh pengikutnya, ajaran ini mendapat pujian habis-habisan. Mereka umumnya terpukau dengan ajaran yang disampaikan Ary. Bahkan tidak sedikit dari mereka, yang total jumlahnya mencapai 33.348, menilai ajaran Ary justru semakin mendekatkan dengan Allah.

Tengoklah apa yang ditulis oleh Nawal Maimon Ab Wahid. “Semoga Allah menambahkan kekuatan kepada Bapak untuk memperbaiki ummah masa kini yg smakin lalai dr menginati Allah sedang mati itu smakin mndekati kita,”.

Salah seorang lagi, Ryan Nugraha menuliskan hal yang serupa. “3x saya mengikuti training ESQ di bandung,, alhamdulilah saya bisa mendekatkan diri pd Allah.. gada yg bisa di ungkapkan dg kata2.. saya perlu training lagi.. saya sedang dalam kesulitan saat ini…”

Atau lihatlah komentar Eny Widya. “Assalamu’alaikum pak,, salam kenal dari saya!! Sungguh ilmu yg bermanfaat, rasanya tentram hati saya saat mendengar bpk berbicara dgn ilmu ESQ nya, semoga Allah akan memberikan petunjuk bg kita smua untuk belajar mjd lebih baik lg dan lagi.Amin”

Sebelumnya, berdasarkan fatwa Mufti wilayah persekutuan Malaysia, tanggal 10 Juni 2010, ESQ Ary dianggap ajaran yang dapat merusak akidah serta syariah Islam. Banyak ajaran Ary yang dipandang Mufti, sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam.

Hingga kini Ary Ginanjar belum bisa dihubungi. Dia masih berada di luar negeri. Sedangkan sekretarisnya, Susi, tidak mau mengomentari fatwa ini.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…