Rabu, 7 Juli 2010 16:06 WIB News Share :

25 Tahun, Jumikan dikurung di kandang ayam

Pacitan–Jumikan ,56, warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Pacitan, tak pernah membayangkan, kandang ayam pengap dan kotor akan menjadi huniannya. Bahkan tempat yang jauh dari kondisi layak itu terpaksa ia diami selama lebih dari 25 tahun.

Ironisnya, Jumikan dikucilkan lantaran dianggap menderita gangguan jiwa. “Dahulu dia merantau ke Semarang, waktu pulang tiba-tiba perilakunya berubah,” ujar Ismail, kerabat Jumikan kepada wartawan, Rabu (7/7) siang.

Ismail menuturkan, sejak pulang merantau Jumikan lebih suka menyendiri. Anehnya, ia memiliki kebiasaan baru membawa lari ternak milik keluarga. Bahkan, ternak yang dibawanya tak pernah jelas rimbanya. Khawatir menimbulkan keresahan warga, keluarga terpaksa mengurung Jumikan. “Sebenarnya kami juga kasihan, tapi kalau dibiarkan kan bisa bikin takut tetangga,” imbuhnya.

Hingga saat ini, sebagian besar waktu Jumikan dihabiskannya di kandang ayam dengan beralaskan papan kayu. Keluarga pun nyaris tak pernah melakukan kontak, kecuali saat memberi makan. Sementara kondisi kerangka atap dan dinding bangunan mulai nampak rapuh. Hal itu tentu membahayakan jika sewaktu-waktu roboh dan menimpanya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…