Rabu, 7 Juli 2010 14:41 WIB News Share :

15 Kecamatan di Malang diserang chikungunya

Malang–Selama kurun waktu Januari-Juni  2010 sebanyak 15 dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, diserang wabah penyakit chikungunya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Mursyidah, Rabu (7/7), mengatakan, kunci pencegahan meluasnya wabah chikungunya itu adalah pola hidup bersih dan sehat dengan cara memberantas sarang nyamuk Aedes Albopicus.

“Dinkes sendiri juga melakukan peningkatan penanganan secara terpadu mulai dari tingkat bawah. Selain itu juga terus melakukan penyuluhan mengenai pencegahan dini melalui program 3M plus,” katanya.

Ke-15 kecamatan yang diserang wabah chikungunya itu di antaranya adalah Kecamatan Ngajum, Ampelgading, Kalipare, Pakis, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Pagak, Jabung, Singosari, Ngantang, Poncokusumo, dan Sumberpucung.

Dari 15 kecamatan tersebut jumlah korban mencapai 1.230 penderita (Januari-Juni) atau lebih tinggi ketimbang korban demam berdarah dengue (DBD) yang hanya 984 kasus.

Maraknya kasus penyakit chikungunya di Kabupaten Malang itu disebabkan berkembangnya nyamuk Aedes Albopicus yang tidak termonitor. Jumlah penderita paling banyak terjadi di Desa Bayem, Kecamatan Kasembon yang mencapai 117 penderita pada April lalu.

Lebih lanjut Mursyidak mengatakan, meningkatnya jumlah penderita chikungunya tersebut juga diakibatkan oleh peralihan atau pergantian musim. Dari musim penghujan menuju musim kemarau.

Gejala awal penderita chikungunya sebagian besar hampir sama dengan gejala DBD, yakni penderita mengalami demam tinggi dengan suhu badan mencapai sekitar 40 derajat celsius. Masa inkubasi terjadi antara 2-7 hari.

Selain gejala tersebut, lanjut Mursyidah, adalah penderita mengalami kelumpuhan, tulang atau sendi-sendi seperti ngilu, dan bagian tubuh seperti kaki atau tangan sulit digerakkan karena lemas.

“Selama masa inkubasi badan rasanya sulit digerakkan, bahkan terasa lumpuh. Sehingga, penderita harus banyak minum air putih dan istirahat, selain mendapatkan pengobatan dokter,” kata dia.

ant/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…