blogspot.com
Selasa, 6 Juli 2010 09:47 WIB News Share :

MS Kaban
Penetapan tersangka Yusril aneh bin ajaib

Surabaya–Ketua Umum Partai Bulan Bintang, MS Kaban menganggap penetapan Yusril Ihza Mahendra sebagai tersangka kasus Sisminbakum merupakan hal ajaib, aneh dan penuh kejanggalan. Mantan Menhut ini sampai tidak habis pikir dengan status tersangka itu.

“Ada apa ini? Kenapa ditetapkan menjadi tersangka? Padahal ketika hal itu ditetapkan, sudah mendapatkan arahan, persetujuan presiden dan bukan atas kewenangannya sendiri,” kata Kaban kepada wartawan di kantor DPW PBB Jatim, Jalan Pucang Adi, Senin (5/7).

Ia mengungkapkan, Sisminbakum adalah program yang digagas oleh pemerintah dengan melibatkan swasta. Kala itu yang menjabat sebagai presiden adalah Megawati Soekarnoputri.

Swasta dilibatkan dalam Sisminbakum karena kondisi perekonomian Indonesia masih belum stabil dan perlu rekanan kerja. Seluruh proses tersebut juga sudah melalui prosedur yang berlaku dengan pengawasan pemerintah dan tidak ada sedikit pun yang melenceng.

“Anehnya setelah sekitar 10 tahun berlalu, kenapa baru sekarang dibuka? Apa yang salah toh juga semua sudah mendapatkan persetujuan pemerintah,” tambahnya.

Tuduhan korupsi untuk Yusril, katanya, juga tidak mendasar karena ketua dewan syuro PBB itu sudah berjalan sesuai dengan aturan. Bahkan, lanjutnya, dalam tindakan dan kebijakan Yusril tidak ditemukan adanya unsur korupsi.

Selain itu, kata Kaban, kasus ini dianggap janggal karena yang menetapkan Yusril sebagai tersangka adalah Jaksa Agung Hendraman Supandji yang tidak sah menduduki jabatannya saat ini. Oleh karenanya, hal tersebut seolah sengaja dibuat-buat dan terkesan dipaksakan.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…