Selasa, 6 Juli 2010 12:45 WIB Ekonomi Share :

Carrefour siap hengkang dari 3 Negara Asia

Jakarta – Raksasa ritel dari Perancis, Carrefour akan melepaskan operasionalnya di 3 negara Asia dan hanya ingin fokus membesarkan keberadaannya di negara-negara yang prospektif. Carrefour berniat untuk menjual operasionalnya di Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Carrefour tidak berkomentar tentang nilai dari penjualan saham di 3 negara tersebut karena masih dalam tahap awal, namun analis memperkirakan nilainya mencapai 600-800 juta euro. Demikian seperti dilansir harian Financial Times, Selasa (6/7/2010).

Rencana tersebut sejalan dengan strategi yang disusun oleh chief executive Carrefour, Lars Olofsson, untuk cabut dari pasar negara-negara yang hanya tidak memungkinkan peritel tersebut untuk memimpin pasar.

Carrefour sejauh ini sudah menutup operasionalnya di Rusia, kawasan Selatan Italia dan terakhir sedang bernegosiasi dengan serikat pekerja Belgia untuk merestrukturisasi operasionalnya yang merugi di negara tersebut.

Di Asia, Carrefour memimpin pasar di China dan Indonesia. Tiga perempat dari operasional Carrefour di Asia berada di China, sementara Indonesia merupakan pangsa pasar terbesar Carrefour di Asia. Ologsson dalam RUPS Mei lalu menyebut pasar China dan Indonesia ‘sangat menjanjikan’.

Asia tercatat memberi kontribusi 8% penjualan Carrefour yang pada tahun lalu mencapai 86 miliar euro. Sebanyak 626 gerai Carrefour ada di Asia hingga akhir 2009, dimana 68% di antaranya ada di China, dan 76 gerai di Indonesia dan Taiwan 65 gerai. Di Thailand, Carrefour memiliki 40 gerai, 19 di Malaysia dan 2 di Singapura.

Di Indonesia, Carrefour baru saja melepas 40% kepemilikannya di PT Carrefour Indonesia ke taipan Chairul Tanjung. Langkah itu ditempuh setelah Carrefour menghadapi tekanan menyusul keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan peritel tersebut bersalah melakukan monopoli usai mengakuisisi PT Alfa Retailindo.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…