Selasa, 6 Juli 2010 10:51 WIB News Share :

13 Pimpinan Pusat Muhammadiyah terpilih, Din Syamsuddin unggul

Yogyakarta–Setelah melalui proses selama 3,5 jam, perhitungan suara untuk Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2010-2015 akhirnya selesai. Perolehan suara terbanyak masih dipegang oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010, Din Syamsuddin.

Pantauan  di tempat berlangsung penghitungan suara, Gedung AR Fachruddin, kompleks Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul Yogyakarta, Selasa (6/7/2010), Din Syamsuddin berhasil meraup 1.915 suara.

Din berhasil merebut 3/4 suara dari 2.186 surat suara sah. Artinya, dari 2.222 jumlah muktamirin yang memillih, bisa dipastikan 86,1 persennya memilih cendikiawan muslim ini.

Dengan selesainya penghitungan suara ini, dipastikan 13 orang formatur untuk PP Muhammadiyah periode ke depan. Hal ini juga menunjukkan keputusan suara terbanyak dalam sidang Tanwir pekan lalu, tidak lantas menentukan posisi calon tersebut masuk ke dalam 13 besar.

Suara terbanyak kedua diraih oleh salah satu Ketua PP Muhammadiyah Muqoddas dengan perolehan suara 1.960 dan di tempat ketiga, mantan Menteri Pendidikan A Malik Fajar dengan perolehan suara 1.562.

Ketiga belas nama yang terpilih cukup dominan dengan pengurus Muhammadiyah periode yang lalu, seperti Din Syamsuddin, Muhammad Muqqodas, Bambang Sudibyo, A Malik Fajar dan beberapa nama lainnya.

Selain itu mantan Deputi Badan Intelijen Negara, Muchdi Purwoprandjono yang pencalonannya menuai kritik hanya berhasil menempati posisi 34. Ketua PP Tapak Suci ini, hanya mampu memperoleh 267 suara.

Berikut ini 13 nama yang terpilih untuk PP Muhammadiyah periode 2010-2015:

1. Din Syamsuddin (1915)
2. Muhammad Muqoddas (1650)
3. A Malik Fajar (1562)
4. A. Dahlan Rais (1508)
5. Haedar Nashir (1482)
6. Yunahar Ilyas (1431)
7. Abdul Mukti (1322)
8. Agung Danarta (1034)
9. Syafiq A Mughni (952)
10. Fatah Wibisono (942)
11. M Goodwil Zubir (931)
12. Bambang Sudibyo (887)
13. Syukriyanto AR (797)

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…