Senin, 5 Juli 2010 17:25 WIB Sragen Share :

Tewasnya aktivis tuai kecaman

Sragen (Espos)– Tewasnya aktivis demo dalam tahanan Polres Sragen menuai aksi protes keras dari berbagai kalangan. Wakil Ketua Komisi I DPRD Sragen, Mahmudi Tohpati bahkan mendesak kepada Pimpinan Dewan segera memanggil Kapolres untuk dimintai keterangan tentang meninggalnya tahanan itu.

Menurut Mahmudi kepada Espos, Senin (5/7), ada indikasi pembiaran oleh aparat terhadap kondisi kesehatan tahanan.

Wakil Ketua DPRD Sragen Giyanto justru meminta tim independen untuk mengusut kasus tewasnya tahanan di Mapolres Sragen. Giyanto mengaku langsung melihat kondisi tahanan dan sempat bertanya kepada beberapa tahanan. Dari hasil kunjungan ke Polres, ujarnya, Polres Sragen harus bertanggung jawab atas tewasnya tahanan Polres ini.

Sementara Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra saat dikonfirmasi mengatakan, selama ini penanganan kesehatan terhadap tahanan berjalan lancar, karena Polres memiliki poliklinik sendiri. Menurut dia, sebelumnya tidak ada laporan pejaga penjara tentang adanya keluhan sakit dari tahanan.

“Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) juga tidak ditemukan indikasi mencurigakan. Kami tidak melakukan pembiaran terhadap tahanan. Selama ada kaluhan maka segera ditangani. Untuk penyebabnya apa, kami masih menunggu hasil autopsi,” pungkasnya.

trh

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…