Senin, 5 Juli 2010 19:08 WIB News Share :

Syafii Ma'arif
Kans Muchdi Pr jadi Ketua PP Muhammadiyah masih jauh

Yogyakarta–Kans mantan Deputi Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi PR, menjadi calon Ketua PP Muhammadiyah untuk periode 2010-2015 masih sangat jauh. Hal itu bisa jadi karena masalah hukum yang pernah menjerat Muchdi Pr.

“Saya rasa kansnya untuk masuk ke-13 (formatur) masih jauh. Paling tidak untuk periode saat ini belummasuk lah,” kata Mantan Ketua Muhammadiyah Syafii Ma’arif di Gedung Media Center, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Jl Ring Road Barat, Taman Tirto, Bantul, Yogyakarta, Senin (5/7/2010).

Dia mengatakan jika sampai Muchdi masuk ke dalam 13 formatur bisa saja masyarakat nantinya mengkait-kaitkan dengan masa lalu Muchdi. “Saya rasa nanti akan dikaitkan dengan macam-macam, bisa saja,” ujar dia.

Namun begitu, menurut Syafii tidak menutup kemungkinan jika pada Muktamar ke
depan Muchdi bisa lolos sebagai salah satu ketua. Karena sebenarnya masyarakat Indonesia ini mempunya kecenderungan penyakit amnesia alias lupa.

“Masyarakat Indonesia ini kan masyarakat yang gampang terkena amnesia, atau
penyakit mudah lupa. Jadi bukan tidak mungkin kalau orang sudah lupa Muchdi akan masuk, yang jelas saat ini resistensinya masih sangat jauh,” jelas dia.

Meski begitu, menurut pria berkacamata ini, sebagai warga Muhammadiyah, Muchdi memang berhak mengajukan diri. Namun jika anggapan yang berkembang, masuknya Muchdi ke PP Muhammadiyah untuk membersihkan kesalahan dia, mungkin prediski itu masih terlalu jauh.

“Dia ini Ketua Tapak Suci yang sebenarnya banyak membantu juga (di Muhammadiyah). Tapi saya rasa jika ada pemikiran membersihkan kesalahan, saya rasa janganlah berpikir se-ekstrem itu. Kita tidak bisa melihat orang dari kacamata hitam saja, karena tidak ada orang yang tidak berdosa di dunia ini,” tutup Buya, sapaan akrab Syafii Ma’arif.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…