Senin, 5 Juli 2010 22:21 WIB Pendidikan Share :

Siswa miskin harus mendapatkan keringanan

Solo (Espos)–Anggota Dewan Komisi VI menegaskan sekolah harus memberikan keringanan biaya sumbangan pengembangan institusi (SPI) maupun operasional bagi siswa yang kurang mampu.

Berdasarkan pantauan Espos di SMK 4 Solo, Senin (5/7), pada saat pengumuman orangtua siswa diberikan informasi terkait dengan biaya daftar ulang senilai Rp 380.000. Dana tersebut digunakan untuk titipan dana komite senilai Rp 300.000 dan biaya masa orientasi siswa (MOS) senilai Rp 80.000. Kendati tidak keberatan dengan nilai biaya daftar ulang tersebut, namun walimurid mempertanyakan nilai biaya tersebut.

“Tidak masalah membayar dana tersebut asalkan jelas kegunaannya,” jelas Slamet Widodo, salah seorang walimurid.

Wakil Ketua Komisi VI, Teguh Prakosa mengatakan di masing-masing sekolah terdapat perbedaan dalam penentuan batas SPI maupun patokan biaya pendidikan lainnya. Dia mengatakan, hal tersebut karena kebutuhan masing-masing sekolah untuk melakukan penyelenggaraan sekolah berbeda.

Terkait hal tersebut, penentuan SPI di masing-masing sekolah akan disepakati bersama oleh walimurid, komite dan pihak sekolah. Dia menambahkan, untuk beberapa sekolah yang difavoritkan dan memiliki jenjang passing grade yang unggul di bandingkan sekolah lainnya, mereka cenderung akan menentukan batas nilai biaya pendidikan sesuai dengan fasilitas yang dimiliki.

“Nilai biaya pendidikan untuk sekolah difavoritkan, nilai biaya pendidikan berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta,” jelas dia ketika dijumpai Espos di SMAN 4 Solo.

das

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…