Senin, 5 Juli 2010 11:35 WIB Sepak Bola Share :

Sejarah Matador

Johannesburg–Spanyol mendobrak kutukan 60 tahun. Melalui perjuangan alot, Tim Matador melenggang di babak semifinal Piala Dunia untuk kali pertama sejak 1950.

Napak tilas Spanyol mengulangi sukses masa silam ditandai dengan duel dramatis yang berujung kemenangan 1-0 kontra Paraguay di Stadion Ellis Park, Minggu (4/7) dini hari WIB. Pertandingan diwarnai dengan dianulirnya gol Paraguay, gagalnya penalti masing-masing kubu, serta lahirnya gol penentuan via David Villa di menit 83!

La Furia Roja bakal menantang Jerman di semifinal. Ini bukan ujian mudah bagi Spanyol mengingat Der Panzer sedang menggila. Miroslav Klose dkk haus mencari korban baru setelah mempermalukan Argentina 4-0 di babak perempat final, Sabtu (3/9). Tampilan luar biasa itu membuat Jerman digadang-gadang sebagai kandidat juara terkuat. Spanyol pun dianggap underdog di hadapan Der Panzer.

Lolosnya Spanyol juga menggenapi dominasi wakil Eropa di semifinal Piala Dunia 2010. Tim Amerika Selatan, Uruguay, harus berjuang sendirian melawan kepungan tiga raksasa Eropa, Spanyol, Jerman dan Belanda. Skenario final sesama tim Eropa terbuka lebar.

Dewi Fortuna tampaknya ikut membantu lolosnya pasukan Vicente Del Bosque. Bagaimana tidak, bola tendangan kaki kiri Villa sempat membentur dua sisi tiang gawang sebelum akhirnya masuk dan memastikan kemenangan Spanyol. Ini menempatkan Villa menguasai daftar top skor dengan koleksi lima gol.

Menengok rentang waktu panjang sebelum Spanyol kembali mencicipi babak semifinal, tak mengherankan jika kemenangan itu dianggap momen spesial oleh La Furia Roja. Bahkan prestasi itu dianggap sebagai sejarah baru, karena format turnamen 60 tahun silam berbeda dengan saat ini.

“Kami di babak empat besar. Ini adalah momen luar biasa bagi sepak bola Spanyol. Banyak hal bagus hari ini, tapi kami tidak dalam posisi mudah, mengingat lawan berat (Jerman) sudah menunggu,” ungkap pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque, sebagaimana dilansir yahoosports.com.

Dianulir

Paraguay sempat mendapat gol di pengujung babak pertama via Nelson Valdez, namun dianulir karena Oscar Cardozo lebih dulu dianggap offside. Kesialan La Albirroja, julukan Paraguay, berlanjut kala Cardozo gagal memaksimalkan hadiah penalti di menit ke-59. Sepakannya dapat digagalkan oleh kiper Spanyol, Iker Casillas.

Di sisi lain, Spanyol juga gagal memanfaatkan hadiah penalti di menit ke-62. Xabi Alonso tak mampu menembus jala Paraguay di kesempatan kedua, setelah tendangan pertamanya harus diulang.

Pelatih Paraguay, Gerardo Martino, akhirnya hanya bisa menyesali diri. Taktik Paraguay meredam dominasi lini tengah Spanyol berjalan mulus, tapi gawang mereka tetap bobol di pengujung laga. Paraguay menyusul dua raksasa Amerika Selatan lainnya yang juga kandas di perempat final, Brazil dan Argentina.

“Kami telah memberikan segalanya, kami punya peluang, tapi sayangnya Spanyol dapat gold dan Paraguay tidak. Kami tidak dinaungi keberuntungan. Ini pertandingan di mana kami menunjukkan sebenarnya bisa menjadi pemenang. Sekarang kami perlu introspeksi diri untuk memikirkan puklan besar ini,” ungkap Martino.

Susunan pemain

Paraguay
Villar; Veron, Da Silva, Alcaraz, Morel; Barreto (Vera 64), Caceres (Barrios 84), Riveros; Santana, Cardozo, Valdez (Cruz 73).

Spanyol
Casillas; Ramos, Pique, Puyol (Marchena 84), Capdevila; Xavi, Busquets, Alonso (Pedro 75); Iniesta, Torres (Fabregas 56), Villa.

JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…