Senin, 5 Juli 2010 09:42 WIB News Share :

Pendaftaran online SMA di DKI kacau, Dinas Pendidikan harus tanggung jawab

Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyayangkan kekacauan penyelenggaran Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA/SMK di DKI Jakarta tahun 2010. Sampai Hari ketiga banyak pendaftar yang belum dapat mengakses posisinya. ICW menuding Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta adalah pihak yang paling bertanggungjawab.

“Ini kesalahan Dinas Pendidikan. Anggaran mereka besar Rp 5 miliar kok bisa kacau begini,” ujar peneliti senior ICW, Febri Hendri AA kepada detikcom, Senin (5/7).

Menurut Febri, ada yang aneh dengan pelaksanaan PPDB online tingkat SMA/SMK. Jika untuk tingkat SD dan SMP saja bisa tidak ada masalah mengapa di tingkat SMA/SMK justru bermasalah.

“Apa karena masuknya mahal, terus ada yang bermain? Ini harus diungkap,” katanya.

Febri tidak sepakat jika yang disalahkan adalah pihak guru. Kadis Pendidikan harus memberikan penjelasan tentang kekacauan ini.

Terkait kekacauan ini, ICW siang nanti berencana menggelar konfrensi pers untuk mendengar testimoni orang tua murid dan guru SMA terkait kisruh penyelengaraan PPDB online SMA.

Sebelumnya diberitakan, server untuk pendaftaran online atau Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) bagi SMAN se-DKI Jakarta yang error saat menerima pendaftaran 1-3 Juli lalu mengakibatkan para siswa harus kembali mendaftar ulang. Daftar ulang dimulai pada 6-8 Juli.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…