Senin, 5 Juli 2010 15:38 WIB Sepak Bola Share :

Paraguay 0-1 Spanyol, La Albirroja belum beruntung

JOHANNESBURG–Paraguay meninggalkan Afrika Selatan (Afsel) dengan kepala tegak. Meski gagal menembus semifinal Piala Dunia untuk kali pertama, La Albirroja sukses mencatat sejarah dan tampil mengesankan.

Tim besutan Gerardo Martino benar-benar membuat Tim Matdor Spanyol frustrasi, sebelum akhirnya menyerah 0-1 di babak perempat final, Minggu (4/7) dini hari WIB. Bahkan mereka nyaris memenangi laga dramatis jika saja aksi Roque Santa Cruz pada pengujung laga tidak digagalkan oleh kiper Spanyol, Iker Casillas.

Wakil Amerika Selatan itu pun harus rela kandas di perempat final. Namun melenggang hingga putaran Delapan Besar sudah menjadi sejarah tersendiri bagi mereka.

“Kami seharusnya bisa ke semifinal. Itulah perasaan yang saya miliki. Kami bermain dengan sepenuh hati, tapi akhirnya kalah. Kami meladeni Spanyol dan permainan berimbang, namun akhirnya hal itu tidak cukup,” ungkap Martino mengomentari pertandingan perempat final di Stadion Ellis Park, Johannesburg, seperti dilansir yahoosports.com, Minggu.

Striker Paraguay, Oscar Cardozo, gagal mengkonversi hadiah penalti yang seharusnya bisa membuat timnya unggul. Ia pun merasa ikut bertanggung jawab atas kegagalan La Albirroja. Sebab jika penaltinya berhasil, gol itu kemungkinan bisa mengubah jalannya pertandingan.

“Saya merasa sedikit bersalah secara personal karena gagal mengeksekusi penalti. Jika saya mencetak gol, saya pikir segalanya bakal berbeda. Tetapi saya rasa kami harus sedikit berbangga diri karena telah memberikan segalanya. Kami mencatat sejarah dan bermain sangat baik. Kami bisa pergi dari sisi dengan kepala tegak,” beber pemain Benfica itu.

“Kami bermain bagus. Yang kurang dari kami adalah kami tidak memanfaatkan kesempatan yang didapat. Saya gagal penalti dan saya masih tidak percaya. Yah, beginilah sepak bola. Kita hanya bisa berusaha dan terus berjuang,” ujar Cardozo, yang matanya masih merah karena menangis.

Dari pahlawan, Cardozo berubah 180 derajat menjadi pesakitan. Namun terlalu kejam apabila menimpakan kesalahan hanya kepada striker yang mulai mengenakan seragam Timnas Paraguay sejak 2007 itu.

Tidak ada celaan yang datang kepadanya. Yang ada hanyalah simpati yang mengalir. “Inilah sejarah sepak bola. Ini bisa terjadi. Penting baginya agar tidak merasa bersalah,” ujar pelatih Gerardo Martinez.

Striker Roque Santa Cruz menyatakan Paraguay hanya kurang beruntung. Dalam pertandingan itu, skuat Spanyol dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya untuk mendulang kemenangan tipis 1-0 lewat sontekan David Villa. Gol Villa juga berbau keberuntungan, karena bola sempat dua kali membentur mistar gawang sebelum bergulir masuk.

“Kami menampilkan permainan hebat, tetapi hanya sedikit kurang beruntung. Kami tidak mungkin meminta performa yang lebih baik dari teman-teman ketika menghadapi Spanyol. Kami bangga karena sudah melangkah sejauh ini di Piala Dunia 2010. Sekarang kami bisa pulang dengan kepala terangkat tinggi,” tegas striker Manchester City itu.
JIBI/SOLOPOS/yms

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…