Senin, 5 Juli 2010 21:34 WIB Solo Share :

Orangtua calon siswa keluhkan tingginya pungutan sekolah

Solo (Espos)–Sejumlah orangtua calon siswa mengeluhkan tingginya sumbangan pengembangan institusi (SPI) dalam penerimaan siswa baru (PSB) di sejumlah SMP dan SMA di Solo. Bahkan, mereka mengadu ke DPRD Solo karena SPI tidak bisa ditawar ataupun dibayar secara mencicil.

Pada hari ini, Senin (5/7), sekolah melakukan pengumuman PSB. Pengumuman itu dilanjutkan dengan mengumpulkan orangtua calon siswa membahas mengenai SPI. Seorang orangtua calon siswa di salah satu SMK, Susanto, warga Krajan, Mojosongo, Jebres bahkan mengadu ke DPRD Solo karena tingginya pungutan. “Ini tadi langsung rapat dan diberi tahu mengenai biayanya. Yang paling murah Rp 1,5 juta. Bayarnya paling lambat 6-7 Juli saat daftar ulang. Yang bikin kami bingung adalah tidak boleh mencicil,” ungkap Susanto di Gedung Dewan.

Dia mengatakan, dengan kebijakan sekolah semacam itu dirinya merasa keberatan. Selain itu, saat rapat digelar orangtua calon siswa juga tidak dimintai saran atau pertimbangan mengenai biaya itu. Ketua DPRD Solo, YF Sukasno mengatakan, pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat mengenai mahalnya pungutan. Bahkan, di salah satu SMA favorit, orangtua calon siswa diminta membayar sumbangan Rp 2,5 juta saat daftar ulang. “Hari ini banyak sekali keluhan dari masyarakat yang masuk mengenai sumbangan itu. Ini yang selalu terjadi setiap tahun, warga mengeluhkan sumbangan semakin mahal,” papar Sukasno.

Sementara Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto menegaskan, pungutan kepada siswa dengan alasan untuk pembangunan gedung harusnya tidak perlu terjadi. Bahkan, lanjut dia, dalam pertemuan antara DPRD, kepala sekolah dan Disdikpora, pihaknya sudah menegaskan jika dana pembangunan sekolah akan diambilkan dari APBD. Dia mengatakan, hal itu kemungkinan bisa terwujud 2011. “Memungut biaya dengan alasan untuk pembangunan itu tidak boleh. Kami sudah minta agar diinventarisasi dulu kebutuhannya agar bisa di-cover APBD,” ungkap dia.

dni

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…