Senin, 5 Juli 2010 12:37 WIB News Share :

Muktamar Muhammadiyah, pemilihan calon tetap dimulai

Yogyakarta–Pemilihan 13 calon tetap anggota PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dimulai. Sebanyak 2.300 peserta akan menggunakan hak suaranya. Din Syamsuddin menempati urutan nomor 15 dari 39 nama calon tetap.

Proses pemilihan dilakukan di Sportorium Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Jalan Lingkar Selatan, Tamantirto, Bantul, Senin (5/7) mulai pukul 09.30 WIB. Dalam pemilihan tersebut nomor urut peserta disesuaikan dengan urutan abjad.

Ketua PP Muhammadiyah A Malik Fajar di urutan nomor 2. Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdul Munir Mulkan di urutan nomor 4. Sedangkan mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Abdul Mu’ti pada nomor urut 5.

Mantan Mendiknas, Bambang Sudibyo nomor urut 12. Chairil Anwar nomor urut 13. Nomor urut 14 Dadang Kahmad. Sedangkan Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2010, Din Syamsuddin dengan nomor urut 15.

Nomor urut Haedar Nashir adalah 18. Yunahar Ilyas nomor urut 37. Nomor urut 38 adalah Yunan Yusuf. Urutan terakhir nomor 39 adalah Zamroni.

Setelah pimpinan sidang membuka sidang pleno, proses pemilihan dimulai dengan memanggil satu persatu para peserta. Urutan pemanggilan dimulai dari 13 anggota PP 2005-2010. Din Syamsuddin adalah yang pertama kali dipanggil. Namun karena Din belum hadir, pemanggilan dilanjutkan dengan anggota PP lainnya.

Rencananya pemilihan akan berlangsung hingga sore hari dan dilanjutkan dengan penghitungan suara. Sementara itu di depan Sportorium masih dipenuhi para peserta muktamar yang akan masuk untuk mengikuti pemilihan. Tiga nama calon yang diperkirakan bakal bersaing ketat yakni Din Syamsuddin, Haedar Nashir dan Yunahar Ilyas.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…