Senin, 5 Juli 2010 15:52 WIB Tak Berkategori Share :

Melaporkan rekan kerja, malah jadi tersangka

Wonogiri (Espos)–Anggota reskrim Polres Wonogiri menahan pelaku tindak dugaan penggelapan uang setoran PT Indomarko Adiprima (PTIA), Bulusulur, Wonogiri, Suryawan Tri Winata, 32. Warga Sanggrahan, Giripurwo, Wonogiri itu ditangkap belum lama ini dan Senin (5/7) masih mendekam di Hotel Prodeo Mapolres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto melalui Kasatreskrim AKP Sugiyo saat mengonfirmasi mengatakan tersangka Suryawan dikenai pasal 372 KUHP tentang penggelapan. “Tersangka dilaporkan oleh manajernya yang bernama Joko Santoso, 41, kalau tersangka diduga membawa lari uang setoran dari perusahaan tempat tersangka bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut Kasatreskrim menjelaskan, laporan diterima awal tahun ini. Kenapa baru tertangkap? Kasatreskrim menyatakan kalau sepekan setelah laporan, polisi telah mencari namun belum berhasil. “Setelah tersangka pulang kampung beberapa hari lalu, polisi menangkapnya setelah menyanggong cukup lama.”

Dikatakannya dari hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui kalau uang perusahaan yang diduga digelapkan mencapai Rp 109 juta. “Dari jumlah itu, tersangka Suryawan menggunakan senilai Rp 15 juta dan sisanya diduga dipergunakan oleh pelapor. Sehingga pelapor juga akan ditindak sebagai tersangka dan polisi menetapkan pelapor Joko sebagai buron karena sampai sekarang “menghilang”,” jelasnya.

Penetapan tersangka Joko, jelasnya, dilakukan karena hasil keterangan saksi dan bukti-bukti. Kasatreskrim menyatakan uang senilai Rp 109 juta merupakan hasil penjualan barang-barang milik PTIA sejak setahun lalu. “Kejadian Maret 2009 dan baru dilaporkan setahun kemudian. Laporan dilakukan oleh atasan tersangka, karena pemilik toko-toko mengaku kalau sudah melunasi barang kelontong yang diambil. Namun uang itu tidak disetorkan ke perusahaan dan digunakan sendiri.”

Dikatakan oleh Kasatreskrim, warga Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo sejak melapor tidak terlihat batang hidungnya, sehingga dinyatakan buron. “Saksi pelapor juga sebagai tersangka,” tegasnya.

tus

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…