Senin, 5 Juli 2010 14:11 WIB Sepak Bola,Sport Share :

'Matador' maunya menyerang

Potchefstroom–Jerman dengan sepakbola menyerangnya dan produktifitas gol yang tinggi akan jadi lawan Spanyol di semifinal. Tapi itu tak berarti ‘Pasukan Matador’ akan bermain bertahan, justru sebaliknya.

Jumlah gol yang mencapai 13 serta menempatkan dua pemainnya, Thomas Mueller dan Miroslav Klose, di daftar topskorer dengan empat gol sudah menggambarkan kekuatan Jerman muda arahan Joachim Loew di Afrika Selatan ini.

Inggris dan Argentina adalah dua raksasa yang sudah merasakannya saat dibantai dengan skor telak 1-4 dan 0-4 di dua babak sebelumnya. kini Spanyol akan jadi lawan berikutnya Der Panser di fase empat besar.

La Furia Roja bukan lawan yang mudah namun mengingat penampilan mereka yang belum maksimal, jelas bikin Jerman lebih diunggulkan dalam duel di Durban Stadium, Kamis (8/7) dinihari WIB.

Apakah ini artinya Spanyol akan meninggalkan gaya menyerang dan tikitaka yang selama ini mereka anut, setidaknya untuk mengamankan gawang Iker Casillas dari gempuran Lukas Podolski dkk?

“Kami harus harus atau setidaknya mencoba percaya pada gaya permainan kami dengan semangat kompetitis yang kami sudah tunjukkan,” tegas pelatih Vicente Del Bosque di Reuters.

“Kami memulai Piala Dunia ini dengan kekalahan 0-1 dari Swiss yang mana sangat menyakitkan. Namun kini kami sudah menang empat kami kali beruntun yang membawa kami ke semifinal dan kami harap dapat melanjutkannya,” sambung pria 59 tahun itu.

Ini adalah pertemuan lanjutan dari final Eropa 2008 saat Spanyol menaklukkan Jerman 1-0. Del Bosque menyadari Jerman kini tak sama dengan yang dua tahun lalu dan balik memuji keampuhan Loew dalam meramu skuad.

“Mereka (Jerman) telah memulai membangun kembali kekuatan dari sebuah tim yang dulunya sudah usang,” pujinya.

“Mereka mengawali dari nol dan mulai meremajakan skuad dan merasakan hasilnya di turnamen ini serta merespek para pemain senior. Saya pikir mereka telah membuat kemajuan walaupun Jerman itu selalu kuat,” pungkasnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…