Senin, 5 Juli 2010 13:43 WIB Pendidikan Share :

Mahasiswa STMIK Handayani bakar fasilitas kampus

Makassar–Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen & Ilmu Komputer (STMIK) Handayani, kembali menggelar demonstrasi di kampusnya dengan membakar beberapa fasilitas perkuliahan seperti kursi dan komputer, di Jl Urip Sumoharjo KM 4, Makassar, Senin (5/7).

Mereka menuntut pembangunan kampus baru, menyusul akan habisnya masa sewa gedung kampus STMIK pada Maret 2011 mendatang. Sebelumnya, pada Rabu lalu (30/6), mahasiswa STMIK juga menggelar aksi serupa di kampusnya. Aksi mahasiswa kali ini tidak mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat, seperti pekan lalu.

Menurut Muchlis, ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) STMIK Handayani, aksi bakar-bakaran mereka sebagai respons atas sikap acuh tak acuh  dari Yayasan Handayani yang belum memberi kepastian pada mahasiswa akan adanya pembangunan kampus baru. “Aksi kami belum ada apa-apanya kalau dibandingkan sikap yayasan yang lepas tanggung jawab dan tidak peduli dengan nasib kami,” ungkap Muchlis.

Sedangkan menurut Tamrin Meda, Sekretaris Yayasan Handayani yang ditemuidi ruangan Ketua STMIK, pihak yayasan sebenarnya sudah lama mengupayakan pembangunan kampus baru di jalan Kalpataru, Makassar, hanya saja terkendala persoalan sengketa lahan dengan warga jalan Kalpataru.

Untuk mencegah terjadinya perselisihan dengan warga, lanjut Tamrin, pihak yayasan mengupayakan membeli lahan di kawasan jalan Adhyaksa Baru, Makassar. “Saat ini kami masih menunggu pelaksanaan akad untuk pembelian lahan di jalan Adhyaksa, setelah kami memegang bukti-bukti sertifikat tanah yang sah, kami akan perlihatkan ke mahasiswa,” pungkas Tamrin.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….