Senin, 5 Juli 2010 15:27 WIB Klaten Share :

Harga naik, petani peria tuai untung

Klaten (Espos)--Kalangan petani peria di Klaten mengaku menuai untung dikarenakan harga komoditas tanaman sayur itu mengalami kenaikan harga dari Rp 2.500/kg menjadi Rp 3.000/kg.

Ny Sriyanto, 55, salah satu petani peria asal Dukuh Tandan, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten mengatakan kenaikan harga komoditas peria itu terjadi dalam dua pekan terakhir. Ny Sriyanto menjelaskan, selain harganya naik, hasil panen peria kali ini juga melimpah.

Menurutnya, dalam sekali panen biasanya dirinya mendapat 25-30 kg. Akan tetapi, hasil panen peria kali ini bisa mencapai 50 kg. Dengan demikian, untuk sekali panen dirinya mendapatkan keuntungan senilai Rp 150.000. Padahal, hampir setiap pekan, Ny Sriyanto memanen tanaman perianya. “Satu musim biasanya bisa dipanen hingga sekitar 20 kali. Selama daun tanaman masih terlihat segar akan bisa berbuah terus,” papar Ny Sriyanto saat ditemui Espos di ladangnya, Kamis (1/7) lalu.

Lebih lanjut, Ny Sriyanto menjelaskan, meningkatnya hasil panen juga dibarengi oleh munculnya penyakit pengganggu pertumbuhan buah peria.

mkd

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…