Senin, 5 Juli 2010 12:57 WIB Ekonomi Share :

DPR
selang dan regulator elpiji 3 Kg tidak bisa gratis

Jakarta-– Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan selang dan regulator pengganti elpiji 3 Kilogram (Kg) tidak mungkin dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Pasalnya, pemerintah dan DPR tidak mengalokasikan dana untuk pergantian kedua produk tersebut dalam APBN-P 2010.

“Jadi memang tidak mungkin digratiskan karena dananya juga tidak ada,” kata Wakil Ketua Komisi VII, Ahmad Farial, Senin (5/7/2010).

Menurut Ahmad, pembagian selang dan regulator paket elpiji 3 Kg hanya disalurkan pada masa awal program konversi karena memang sudah dianggarkan dalam APBN. Sementara untuk pergantian kedua produk yang sudah tidak layak pakai itu menjadi tanggung jawab konsumen.

“Pertama memang dibagikan secara gratis. Masyarakat harus merawatnya dan kalau rusak itu jadi tanggung jawab masyarakat,” jelasnya.

Senada dengan Ahmad, anggota Komisi VII DPR, Dito Ganinduto menyatakan, pemerintah dan DPR memang hanya mengalokasikan dana untuk paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kg dalam APBN sehingga paket tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Sementara, untuk pergantian  selang dan regulator menjadi urusan konsumen karena kedua produk tersebut digunakan setiap hari oleh mereka.

“Jadi konsumen memang harus beli karena itukan dipakai setiap hari. Kecuali, jika regulator dan selang tersebut rusak karena ada kesalahan pemasok maka itu harus diganti gratis,” paparnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Vice President Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra menyatakan, masalah gratis atau tidaknya pendistribusian  selang dan regulator pengganti tersebut memang sangat bergantung pada kebijakan pemerintah. Pertamina sebagai operator, hanya menjalankannya saja.

“Pertanyaannya menurut saya lebih tepat kepada pemerintah,karena paket perdana ini menyangkut anggaran pemerintah di APBN,” paparnya.

Seperti diketahui, Pertamina akan mulai menjual selang dan regulator pengganti pada Selasa (6/7/2010). Rencananya, kedua produk tersebut akan dijual dengan harga pabrikan. Di mana, untuk selang akan dijual dengan Rp 15.000 dan regulator Rp 20.000.

Namun, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi  justru mendesak agar Pertamina tidak menjual selang dan regulator baru elpiji 3 kg, tetapi membagikannya secara gratis kepada seluruh masyarakat yang ikut program konversi elpiji.

Menurut dia, sudah seharusnya Pertamina bertanggung jawab menarik produknya yang tidak layak dan menggantinya dengan yang baru secara cuma-cuma.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…