Senin, 5 Juli 2010 10:32 WIB News Share :

Diiming-imingi motor, seorang gadis diminta shalat telanjang

Malang–Tak pernah disangka Bunga (bukan nama sebenarnya) harus menelan pil pahit dalam hidupnya. Gadis berusia 16 tahun menjadi korban pencabulan. Bunga saat ini hamil delapan bulan setelah diminta shalat tanpa menggunakan baju alias telanjang oleh TG ,45, seorang pria yang dikenalnya. Bunga diminta bugil dengan iming-iming satu unit sepeda motor Yamaha Mio pada November 2009 lalu.

Perjumpaan Bunga dan TG terjadi pada istighotsah di daerah Desa Sumbekreco, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. TG saat itu mengaku berasal dari Rungkut, Surabaya. Dalam acara itu bukan saja Bunga yang hadir. Namun, juga beberapa warga sekitar. Usai acara Misnah ,50, bibi Bunga bersama Jumari ,55, diketahui warga Pakis itu, berkunjung ke rumah korban.

Keduanya menyampaikan pesan TG berniat memberi korban motor Yamaha Mio, jika menerima tawaran mengikuti ritual yakni menunaikan solat bugil di sebuah rumah  kosong di daerah Sukoanyar, kecamatan setempat. Tanpa rasa curiga Bunga yang tinggal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang memenuhi undangan itu.

Sesampai di rumah kosong tersebut korban diminta untuk beristirahat dahulu. “Setelah mencicipi roti, dan minuman yang disuguhkan, TG kemudian mentotok  bagian kepala, kedua lengan dan menyuruh saya mandi kembang,” ungkap Bunga dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (5/7).

Usai mandi kembang dan mengambil air wudlu, TG meminta korban untuk menunaikan salat seorang diri di dalam rumah. Sementara Bibi korban, Jumari dan TG menggelar salat di ruang tamu secara berjamaah. Bunga mengungkapkan, setelah itu, kembali mengambil wudlu dan menunaikan salat hajat yang diakhiri dengan membaca wirid. Tak berhenti disitu, TG meminta untuk  menyalakan lilin, dan kembali mentotok.

“Saat itulah saya mulai pusing dan diam  saja,” ungkap Bunga. Disaat tak berdaya itu TG membawa korban ke sebuah kamar dan dipaksa berhubungan badan.

Namun penderitaan Bunga tak berakhir sampai disitu, dua hari kemudian, Bunga kembali menjadi pelampiasan nafsu bejat pelaku. Waktu itu Bunga dalam kondisi sadarkan diri. “Tidak ada permintaan salat telanjang,” ujar Bunga.

Kondisi Bunga tengah berbadan dua dan mengetahui itu adalah perbuatan TG membuat keluarga berang dan melaporkan kasus ini ke Polres Malang. Kini  petugas masih melakukan penyidikan dengan meminta keterangan dari korban.

“Kami masih dalami kasus ini dengan meminta keterangan korban dan saksi,” tutur Kasat Reskrim Polres Malang AKP Hartoyo dihubungi melalui telpon genggamnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…