Senin, 5 Juli 2010 15:59 WIB Sragen Share :

Aktivis demo tewas, Penyebab kematian masih misterius

Sragen (Espos)–Seorang aktivis yang menjadi tahanan Polres Sragen, Suharno alias Bayan, 50, warga Gabusan, RT 21, Desa/Kecamatan Tanon, Sragen tewas dalam penjara Mapolres Sragen, Senin (5/7), sekitar pukul 06.45 WIB. Penyebab kematian mantan bayan itu belum bisa diketahui secara pasti, lantaran masih menunggu hasil autopsi Tim Forensik UNS Solo.

Suharno tinggal bersama tiga tahanan lainnya dalam satu ruang penjara Polres Sragen, karena diduga terlibat kasus perusakan fasilitas umum saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Dia bersama Yoko, Joko Sukmo Lelono dan Sutarno alias Bugis di rumah besi.

Informasi yang dihimpun Espos, Senin, Suharno sempat muntah pada Minggu (4/7). Dia juga mengeluh sakit pusing serta sakit di bagian dada. Pada Minggu malam, Joko Sukmo Lelono diminta mengeroki punggung korban, karena korban merasa masuk angin. Korban meminta aparat untuk memeriksakan kondisinya kepada dokter pada Senin pagi.

Saat waktu subuh, beberapa temannya sempat membangunkan korban untuk Salat Subuh berjamaah. Namun tidak dinyana, sekitar pukul 06.45 WIB, korban diketahui meninggal dunia dalam kondisi tertidur. Dari mulut korban mengeluarkan darah segar.

trh

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…