Senin, 5 Juli 2010 11:17 WIB Sragen Share :

Aktivis demo tewas di penjara Mapolres Sragen

Sragen (Espos)–Seorang aktivis yang menjadi tahanan Polres Sragen, Suharno, 50, warga Gabusan, Tanon, Sragen tewas di dalam penjara Mapolres Sragen, Senin (5/7), sekitar pukul 06.45 WIB.

Penyebab kematian mantan bayan itu belum bisa diketahui, lantaran masih menunggu hasil autpsi dari Solo. Suharno tinggal bersama tiga tahanan lainnya dalam satu ruang penjara Polres Sragen. Dia bersama Yoko, Joko Sukmo Lelono dan Sutarno alias Bugis. Ketiga tahanan itu masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres untuk dimintai keterangan tentang kematian korban.

Sementara mayat Suharno segera di bawa ke RSUD Sragen setelah aparat Polres Sragen mengetahui kematian Suharno. Mayat korban dibawa ke kamar mayat RSUD untuk pelaksanaan visum. Seorang keluarga aktivis, Fatimah yang sempat menjenguk ke Mapolres, Minggu (4/7), mengatakan, saat ditahanan sudah ada keluhan sakit dari korban, yakni sakit perut.

Berdasarkan hasil kesepakatan antara penyidik dan keluarga korban, akhirnya mayat korban dibawa ke Solo untuk pelaksanaan autopsi lebih lanjut. Kapolres Sragen, AKBP IB Putra Narendra melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi saat dikonfirmasi Espos belum bisa memberikan jawaban penyebab kematiannya. Kaur Binops Satreskrim, Y Trisnanto yang mendampingi Kasatreskrim juga belum bisa memberikan penjelasan. “Kami belum bisa memberikan penjelasan, karena masih menunggu hasil autopsi,” imbuhnya.

trh

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…