KIAT ESEMKA-Walikota Joko Widodo bersama mobil dinas baru. Foto: SPFM/Avrillia
Senin, 5 Juli 2010 17:31 WIB Solo Share :

150 PKL Jl Slamet Riyadi disemprit DPP

Solo (Espos)–Sedikitnya 150 pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sepanjang jalur lambat Jalan Slamet Riyadi mendapat teguran dari Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo. PKL itu dinilai melanggar aturan dan membuat jalur lambat semrawut.

Kepala DPP Kota Solo, Subagiyo, kepada Espos mengatakan, pelanggaran yang dilakukan para PKL itu di antaranya memiliki bangunan semi permanen dan permanen, melakukan aktivitas memasak di lokasi dan tidak menjaga kebersihan. “Semua ada aturannya, kalau ingin berdagang, ya taati aturan, menjaga kebersihan,” katanya, Senin (5/7).

Bahkan, ia mendapati ada sejumlah warung yang dijadikan tempat tinggal yang membuat lokasi di situ terlihat kumuh dan kotor. Lebih jauh, ia mengimbau kepada PKL di Solo agar berjualan dan melakukan aktivitas perdagangan seperlunya saja di lokasi. Ia mencontohkan ada sejumlah pedagang yang memasak di area berjualan di Jl Slamet Riyadi yang langsung mendapatkan teguran.

Ia menuturkan lokasi PKL setelah selesai berjualan diharap dapat kembali bersih. Hal ini dapat dilakukan apabila peralatan yang digunakan bukan semi permanen, tapi peralatan yang dapat dibongkar pasang, seperti yang dilakukan PKL di citywalk. Ketua Paguyuban PKL Citywalk, Andi Purnomo, kepada wartawan mengatakan, ketertiban dan kebersihan di lingkungan itu benar-benar dijaga. “Di sini tertib-tertib, setelah pukul 17.00 WIB, kawasan citywalk harus steril dari PKL dan juga gerobaknya,” katanya.

m86

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…