Minggu, 4 Juli 2010 14:32 WIB Pilkada Share :

Tak dapat uang saat nyoblos, warga bakar surat undangan

Ponorogo–Warga Desa Purwosari, Kecamatan Babatan, Ponorogo marah. Mereka membakar surat undangan untuk menggunakan hak pilihnya di pemilihan bupati. Mereka kecewa karena tidak mendapat jatah ‘uang saku’ seperti warga lainnya yang dikabarkan mendapat hal itu.

Agus salah satu warga setempat kepada wartawan, Minggu (4/7) mengatakan bahwa alasan membakar surat panggilan karena warga di lingkungan setempat kecewa tidak mendapat uangĀ  seperti warga lain yang mendapatkan dari salah satu pasangan calon bupati.

“Terus terang kita semua kecewa kenapa kok tidak dapat uang saku padahal kalau di tempat lain dapat uang, kenapa di sini tidak dapat uang,” ungkap Agus.

Agus menuturkan bahwa rata-rata warga tersebut mendapatkan uang suap senilai Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu ribu per orang agar memilih pasangan yang memberi uang tersebut.

Berdasarkan data di KPU jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 772.163 orang dengan 1.578 TPS yang tersebar di 305 Desa/Kelurahan dan 21 Kecamatan.

Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bersaing dalam Pilkada Ponorogo antara lain pasangan incumbent Muhadi Suyono-Yusuf Pribadi (HAYU) yang diusung koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Amin-Yuni Widyaningsih (ADA) yang diusung Partai Golkar dan Partai Nasional Kebangkitan Ulama (PKNU), dan Supriyanto-Nyamut Saseno (PRIMUS) yang diusung koalisi Partai Demokrat dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…