Minggu, 4 Juli 2010 14:18 WIB Hukum Share :

redboXX terbakar, satu jenazah belum teridentifikasi

Surabaya–Masih tersisa satu jenazah yang belum teridentifikasi terkait terbakarnya cafe redboXX pada Jumat (25/6) lalu. Jenazah yang tersisa itu  berjenis kelamin perempuan.

Sayangnya, sampai saat ini jenazah yang tersimpan di lemari pendingin ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim masih misterius dan belum ada keluarga yang mengakui bahwa jenazah tersebut adalah kerabat atau keluarganya.

Dari informasi yang dihimpun, ada dua keluarga yang mengaku kehilangan keluarganya dan melaporkan ke polisi yakni, keluarga Silvi dari Kalimantan dan keluarga Hana Tanujaya dari Bandung Jawa Barat. Meski mereka melaporkan ke polisi, tim dokter forensik masih belum berani memastikan jenazah yang tesisa itu identik dengan salah satu keluarga korban yang lapor.

“Belum. Data pembanding yang dibawa pelapor masih meragukan. Kita tidak ingin gegabah mengidentifikasi jenazah,” ujar dokter forensik RS Bhanyangkara Polda Jatim, AKBP dr Hery Wijatmoko saat dihubungi, Minggu (4/7).

Kebakaran di redboXX memakan korban 11 jiwa. Terdiri dari 10 orang dewasa dan 1 bayi. Dari 11 jiwa itu yang sudah teridentifikasi oleh tim dokter forensik yakni Hery Herwinda ,35,  warga Kebonsari, Jambangan, Hari Purnomosidi ,33, warga Simo Gunung, Sukomanunggal, Piter Koon Ho Lee ,35, warga negara Australia, Yoshifumi Chiba ,36, warga negara Jepang, Ira Maelina Ridwan ,18, Ambengan DKA, Mas’ud ,53, warga Tembok Dukuh, Yetty Stevany ,20, beserta bayinya, warga Jalan KH Abdullah, Tenggilis Mejoyo, Yahya Martin Tedjo Kusumo ,38, warga Sukomanunggal Jaya, dan Wina Silvia Maharani ,23, warga Sukapakir Dalam, Bojongloa-Kater, Bandung, Jawa Barat.

Kebakaran yang terjadi  itu dilakukan seorang mahasiswa semester 6 Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) yang bernama Christian Natalino HR Todu alias Ino ,21, warga Sumba Barat, NTT. Ino melakukannya karena kesal lagu permintaannya tak digubris oleh pihak redboXX kala itu.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…