ESPOS
Minggu, 4 Juli 2010 23:08 WIB Wonogiri Share :

Kera dan tikus rusak tanaman petani Eromoko

Wonogiri (Espos)–Petani di Kecamatan Eromoko saat ini disibukkan dengan serangan hama tikus dan kera. Dua hewan itu merusak tanaman petani di Dusun Ngargosari, Desa Tempurharjo, Kecamatan Eromoko. Akibatnya, panen petani turun 75% dibanding musim panen sebelumnya.

Kondisi itu dikemukakan salah seorang warga Eromoko, Bambang. Ia yang memiliki lahan sawah dua kedok (petak-red) itu menjelaskan, tanaman padi miliknya hampir ludes karena terserang hama tikus dan kera. “Ada puluhan hektare yang terserang dan hasil panen hanya 25%. Hama tikus tidak hanya menyerang padi, tetapi juga kacang tanah dan ketela pohon,” ujarnya, Sabtu (3/7).

Dia mengaku petani telah berupaya membasmi tikus dengan cara memberikan umpan. “Tetapi tikus-tikus itu tidak mau memakan umpan yang telah dicampur dengan racun tikus,” ujarnya. Pada bagian lain, Bambang juga mengatakan serangan kera menjadi ancaman petani karena saat turun jumlah kera mencapai ribuan.

“Dahulu, kera-kera itu sudah pernah di tangkapi oleh warga dari Semarang. Ada sekitar 30-an ekor yang tertangkap, tapi sekarang jumlahnya bertambah sampai tidak terhitung,” sambung Padmo, warga Tempurharjo, Eromoko.

Terpisah Camat Eromoko, Tarmanto dan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Wonogiri, Guruh Santoso saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan serangan dua hewan itu. “Kami akan berkoordinasi dengan dinas pertanian agar ada perhatian bantuan kepada petani,” ujar Tarmanto.

Sementara itu, Guruh Santoso menyatakan stok bantuan untuk petani saat ini kosong. “Untuk umpan kami masih punya, namun untuk memberikan bantuan benih saat ini stok kosong dan kami akan melaporkan serangan hama tikus di Eromoko ke pemerintah pusat agar dialokasikan bantuan.”

Bagaimana dengan kera? Mantan Kepala Dinas Kehutanan Wonogiri ini mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan agar menanam tanaman yang disukai kera. “Di atas, terdapat hutan seluas 25 ha sehingga perlu optimalisasi hutan dengan menanam pohon-pohon berbuah agar kera tidak turun memakan tanaman petani. Kami masih menunggu laporan dari petugas kami dan untuk kera ya harus dilakukan penangkapan lagi.”

tus

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…