Sabtu, 3 Juli 2010 13:55 WIB Sragen Share :

Warga Semarang tewas mendadak saat makan bakso

Sragen (Espos)–Murjat, 55, warga asal Semarang tewas mendadak saat makan bakso di Dukuh Segeran RT 18, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Sabtu (3/7). Warga yang bekerja di sebuah perusahaan bus itu meninggal dunia karena diduga terkena serangan jantung.

Informasi yang dihimpun Espos, Sabtu (3/7), peristiwa itu berawal saat korban bersama tiga orang temannya, yakni Joko, 47, Lubis, 50, dan Ika, 41, berkunjung ke rumkah Bejo, 57, untuk meminta obat alternatif di Dukuh Segeran. Lantaran masih banyak tamu yang dilayani, keempat warga Semarang itu menunggu di teras rumah.

Tak lama mengantre ada seorang penjual bakso melintas. Mereka pun membli bakso bersama-sama. Namun baru makan beberapa suapan, tiba-tiba korban jatuh tersungkur. Warga sekitar rumah Bejo langsung panik. Bejo segera memanggil petugas kesehatan setempat dan ketua RT setempat.

Seorang saksi Sri Wahono menerangkan, korban langsung dibawa ke Puskesmas Sambungmacan. “Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban sempat akan dirujuk ke RSUD. Namun belum smepat dirujuk, korban sudah tewas di Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal karena serangan jantung. Korban langsung diambil keluarga untuk prosesi pemakaman,” ujarnya.

trh

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…