Sabtu, 3 Juli 2010 12:15 WIB News Share :

Sultan
Muhammadiyah harus bangun kembali jati diri bangsa

Yogyakarta–Muhammadiyah memasuki abad kedua harus dapat membangun kembali jati diri bangsa Indonesia yang berperadaban unggul, kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Hal itu untuk memperkuat ketahanan bangsa Indonesia dalam menghadapi dan mengarungi era globalisasi yang penuh tantangan,” kata Sultan pada pembukaan Muktamar ke-46 atau Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (3/7).

Menurut dia, semua itu harus dilandasi hati yang bersih dan cara yang berhati-hati, sehingga dalam era globalisasi Muhammadiyah tetap mampu berkiprah bagi kemajuan bangsa dan membawa kemaslahatan (manfaat) bagi seluruh umat.

“Kami yakin Muhammadiyah ke depan akan mampu membangun peradaban bangsa yang bermartabat sehingga dapat berperan lebih banyak dan luas bagi kehidupan dalam pergaulan dunia,” kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pembukaan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui “teleconference” dari Madinah, Arab Saudi itu dimeriahkan pentas seni, di antaranya pagelaran silat kolosal Tapak Suci, penampilan drum-pop, dan orkestra.

Acara tersebut dihadiri 13.500 orang yang berada di dalam stadion, dan sekitar 150.000 orang sebagai penggembira di luar stadion.

Para peserta dan penggembira itu berasal dari seluruh Indonesia, di antaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali.

Selain itu, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hadir dalam pembukaan muktamar antara mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Penasihat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Amien Rais dan Syafii Maarif, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, dan perwakilan dari sejumlah negara.

Muktamar Satu Abad Muhammadiyah akan berlangsung di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 3-8 Juli 2010.

ant/rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…